⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Ribuan Ikan Keramba Mati di Mempawah, Air Diduga Asam

Oleh | Juni 12, 2026 | 0 komentar | Juni 12, 2026 (diperbarui)

Mempawah – Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) bergerak cepat menindaklanjuti laporan kematian massal ikan pada sejumlah keramba jaring apung di sepanjang aliran Sungai Mempawah.

Kepala DPKPP Kabupaten Mempawah, H. Arifin, menyampaikan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lapangan sejak laporan pertama diterima guna melakukan pengecekan dan pengumpulan data secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil investigasi awal bersama instansi terkait, dugaan sementara mengarah pada penurunan kualitas air sungai yang menyebabkan tingkat keasaman air meningkat secara signifikan.

Kondisi tersebut diduga menjadi faktor utama yang memicu kematian ikan di sejumlah keramba milik masyarakat.

Hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa tidak semua jenis ikan terdampak dengan tingkat yang sama. Ikan mas tercatat sebagai komoditas yang paling banyak mengalami kematian dibandingkan jenis ikan lainnya.

Meski demikian, DPKPP menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan analisis sampel air secara komprehensif. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan kualitas air di Sungai Mempawah.

Pemerintah Kabupaten Mempawah juga menyatakan keprihatinannya atas kerugian yang dialami para pembudidaya ikan. Sebagai langkah tindak lanjut, DPKPP akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait kemungkinan bantuan dan dukungan pemulihan, termasuk usulan bantuan bibit ikan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah mengimbau para pembudidaya untuk terus berkoordinasi dengan petugas perikanan setempat serta segera melaporkan apabila ditemukan gejala serupa di lokasi lainnya.

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *