⚡ Breaking
Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang BEM Sintang Audiensi dengan Pemda, Kawal Isu Pendidikan-Kesehatan Juara Roland Garros Andreeva Mundur dari Berlin Rupiah Menguat ke Rp17.930, BI dan Investor Jadi Pendorong
KALBAR

Ribuan Ikan Keramba Mati di Mempawah, Air Diduga Asam

Oleh | Juni 12, 2026 | 0 komentar | Juni 12, 2026 (diperbarui)

Mempawah – Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) bergerak cepat menindaklanjuti laporan kematian massal ikan pada sejumlah keramba jaring apung di sepanjang aliran Sungai Mempawah.

Kepala DPKPP Kabupaten Mempawah, H. Arifin, menyampaikan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lapangan sejak laporan pertama diterima guna melakukan pengecekan dan pengumpulan data secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil investigasi awal bersama instansi terkait, dugaan sementara mengarah pada penurunan kualitas air sungai yang menyebabkan tingkat keasaman air meningkat secara signifikan.

Kondisi tersebut diduga menjadi faktor utama yang memicu kematian ikan di sejumlah keramba milik masyarakat.

Hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa tidak semua jenis ikan terdampak dengan tingkat yang sama. Ikan mas tercatat sebagai komoditas yang paling banyak mengalami kematian dibandingkan jenis ikan lainnya.

Meski demikian, DPKPP menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan analisis sampel air secara komprehensif. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan kualitas air di Sungai Mempawah.

Pemerintah Kabupaten Mempawah juga menyatakan keprihatinannya atas kerugian yang dialami para pembudidaya ikan. Sebagai langkah tindak lanjut, DPKPP akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait kemungkinan bantuan dan dukungan pemulihan, termasuk usulan bantuan bibit ikan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah mengimbau para pembudidaya untuk terus berkoordinasi dengan petugas perikanan setempat serta segera melaporkan apabila ditemukan gejala serupa di lokasi lainnya.

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *