⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
Nasional

Inovasi LCC Empat Pilar MPR: Juri Pakai Headphone

Oleh | Juni 15, 2026 | 0 komentar | Juni 15, 2026 (diperbarui)

JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) resmi menerapkan sejumlah pembaruan signifikan dalam sistem penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026. Langkah ini diambil untuk mendongkrak kualitas kompetisi sekaligus memastikan seluruh proses perlombaan berjalan dengan lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menjelaskan bahwa salah satu inovasi utama dalam kejuaraan tahun ini adalah penerapan sistem monitoring digital. Sistem ini dirancang sebagai basis data rekam ulang jika terjadi perdebatan atau perbedaan pandangan terkait penilaian di meja juri. Selain itu, MPR juga memperluas keterlibatan dengan merangkul lebih banyak juri dari tingkat daerah.

“Dalam kejuaraan LCC sekarang ada sistem monitoring. Apabila ada permasalahan atau ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa melihat rekam ulangnya. Kemudian, kami juga melibatkan lebih banyak juri daerah,” ujar Siti Fauziah, yang akrab disapa Titi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Evaluasi teknis yang ketat juga menyasar pada fasilitas penunjang juri. Pada kompetisi tahun ini, seluruh dewan juri diwajibkan mengenakan headphone monitor sepanjang perlombaan. Fasilitas ini dinilai krusial untuk memastikan setiap detail jawaban yang dilontarkan oleh para peserta dapat terdengar dengan sangat jelas, sekaligus memperkecil risiko kesalahan penilaian oleh panitia.

“Banyak teknis lomba yang kami evaluasi. Sekarang juri juga harus menggunakan headphone. Itu menjadi kewajiban agar lebih jelas mendengarkan jawaban-jawaban peserta,” tambah Titi.

Pernyataan tersebut disampaikan Titi usai menyerahkan piala dan medali kepada SMAN 2 Katingan Kuala, yang berhasil keluar sebagai Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah. Prosesi penyerahan penghargaan tersebut berlangsung khidmat di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya.

Tidak hanya membenahi aspek teknis penilaian utama, MPR RI juga menyuntikkan warna baru dalam kompetisi melalui kategori penghargaan “Apresiasi Yel-Yel Terbaik”. Kategori ini dihadirkan untuk memicu kreativitas serta menyalurkan semangat kebangsaan para generasi muda sejak awal perlombaan dimulai.

Tim penilai tidak hanya melihat faktor antusiasme peserta, tetapi juga bobot materi kebudayaan lokal dan jiwa nasionalisme yang ditampilkan. Unsur penilaiannya mencakup kemampuan peserta dalam mengombinasikan penggunaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, serta bahasa asing secara proporsional dan harmonis.

“Yel-yel ini sekarang kami nilai dengan harapan para peserta menampilkan kreasi yang berbau kedaerahan, nasional, dan internasional. Saya pribadi melihat penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia yang baik dari materi yang ditampilkan,” ungkapnya.

Pada putaran LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, penghargaan yel-yel terbaik pada babak penyisihan pertama sukses disabet oleh SMAN 1 Pangkalan Bun. Sementara itu, SMAN 1 Kuala Kurun mengamankan penghargaan di babak penyisihan kedua, disusul oleh SMAN 1 Buntok yang meraih predikat terbaik di babak penyisihan ketiga.

Pihak Sekretariat Jenderal MPR RI berharap kategori yel-yel kreatif ini dapat terus dipertahankan hingga babak Grand Final yang akan digelar di Jakarta. Ruang ekspresi ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan secara menyenangkan di kalangan pelajar.

“Harapannya, apresiasi yel-yel terbaik ini nantinya akan terus dilakukan sampai grand final di Jakarta,” pungkas Titi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *