⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
Ekonomi

Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional

Oleh | Juni 15, 2026 | 0 komentar | Juni 15, 2026 (diperbarui)

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi nasional di tengah tantangan global yang memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan ketahanan energi menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Upaya tersebut berjalan seiring dengan program untuk mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Menurut Qodari, tantangan terbesar berada pada sektor energi karena kebutuhan minyak nasional masih jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi dalam negeri. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi.

Sebagai langkah mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Program biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi yang tengah dipersiapkan.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green dinilai tidak terlepas dari dinamika pasar global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pergerakan harga minyak dunia turut memengaruhi penyesuaian harga di dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat pengguna BBM bersubsidi tidak perlu khawatir. Harga Pertalite tetap dipertahankan dan tidak mengalami kenaikan sehingga perlindungan terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi secara bertahap sekaligus mengurangi dampak gejolak pasar global terhadap perekonomian nasional.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *