⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
KALBAR

May Day: Ratusan Massa SPARKA Geruduk Kantor Gubernur Kalbar

Oleh | Mei 1, 2026 | 4 komentar | Mei 1, 2026 (diperbarui)

Peringatan Hari Buruh Internasional di Kalimantan Barat diwarnai aksi unjuk rasa damai namun sarat tuntutan. Massa yang tergabung dalam Sentral Perjuangan Rakyat Kalbar (SPARKA) mendatangi Kantor Gubernur guna menyuarakan kesejahteraan pekerja dan anjloknya harga komoditas pertanian.

Aksi dimulai sejak pukul 09.11 WIB di Bundaran Digulis Pontianak sebelum akhirnya massa bergeser ke depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat. Elemen massa yang terdiri dari
gabungan mahasiswa (FMN, GMNI) dan aktivis lingkungan (Walhi, LBH, Linkar Borneo) ini membawa sederet spanduk bertuliskan “Rakyat Bersatu Lawan Eksploitasi” serta poster tuntutan perbaikan nasib buruh migran dan petani.

“Hari ini kami berkumpul untuk memperjuangkan kebenaran. Kami meminta perhatian
nyata dari Pemerintah Provinsi, khususnya Gubernur, terhadap kondisi buruh dan petani
yang kian terjepit,” ujar salah satu orator di tengah aksi.

Dalam orasinya, massa menyoroti berbagai isu krusial mulai dari rendahnya upah perempuan hingga anjloknya harga kelapa dan pinang di tingkat petani. Salah satu perwakilan aksi mengungkapkan keprihatinannya atas harga jual kelapa yang saat ini berada di bawah Rp 2.000, yang dinilai tidak mampu mencukupi kebutuhan operasional para petani di lahan yang terdampak air asin.

Tuntutan Strategis Buruh dan Petani

Massa aksi menyampaikan 11 poin tuntutan utama kepada pemerintah daerah, di antaranya:

  1. Stabilitas harga komoditas pertanian (kelapa) dan kebutuhan pokok.
  2. Revisi UU Cipta Kerja dan penerbitan Perda Perburuhan di Kalimantan Barat. Penghapusan sistem kerja outsourcing dan jaminan kesejahteraan buruh.
  3. Penyelesaian konflik agraria, termasuk sengketa lahan di Kabupaten Ketapang.
  4. Penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran bagi sopir logistik.

Massa sempat menyampaikan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Kalbar. Kehadiran Kepala Disnakertrans Kalbar, Drs. Ahmad Priyono, M.M., yangmenyambut massa pada pukul 11.00 WIB dinilai belum memberikan solusi konkret atas permasalahan yang disampaikan.

“Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami siap mengonsolidasi massa buruh dan petani yang lebih besar dari berbagai desa di seluruh Kalimantan Barat,” tegas koordinator aksi sebelum membubarkan diri dengan tertib.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.45 WIB dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Secara umum, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gesekan fisik maupun kerusakan fasilitas publik.

Berita Terkait

4 tanggapan untuk “May Day: Ratusan Massa SPARKA Geruduk Kantor Gubernur Kalbar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *