⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Pontianak Barat

Oleh | Juni 25, 2026 | 0 komentar | Juni 25, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Jalan Karet, Kompleks Alam Jaya 2, Kecamatan Pontianak Barat, Rabu 24 Juni 2026 petang.

Korban diketahui bernama Yatino (69), warga Dusun Pasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lantai dua rumah milik menantunya di Kompleks Alam Jaya 2, Kelurahan Pal Lima.
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pemilik rumah, Emyl Syafar Usman, sekitar pukul 18.00 WIB dirinya pulang dari tempat kerja dan mencium bau tidak sedap yang berasal dari lantai dua rumah.

Karena telah memasuki waktu Magrib, saksi terlebih dahulu melaksanakan salat sebelum kemudian memeriksa sumber bau tersebut. Saat tiba di lantai dua, saksi mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi terlentang.

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Dari informasi yang diperoleh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan telah tinggal bersama menantunya sejak tahun 2023. Istri saksi yang merupakan anak korban telah meninggal dunia pada April 2022.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan resep dokter milik korban. Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, tepatnya pada Minggu 21 Juni 2026, korban diketahui sempat meminta untuk didaftarkan berobat.

Hasil pemeriksaan awal tim forensik di tempat kejadian perkara menunjukkan adanya tanda-tanda pembusukan pada tubuh korban, seperti pengelupasan kulit dan munculnya larva. Petugas juga menemukan kuku korban berwarna kebiruan.

Namun demikian, pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan kondisi jenazah, kematian diperkirakan telah terjadi sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan hanya meminta agar jenazah dilakukan proses fardu kifayah di RS Anton Soedjarwo. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta riwayat penyakit yang dimiliki korban, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat faktor medis. Aparat kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *