⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
Bengkayang

30 Personel Brimob Diterjunkan Atasi Karhutla di Bengkayang

Oleh | Agustus 25, 2026 | 0 komentar | Agustus 25, 2026 (diperbarui)

BENGKAYANG — Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, Kalimantan Barat, mendapat tambahan kekuatan signifikan dalam menanggulangi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 30 personel Brigade Mobil (Brimob) Mabes Polri resmi dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman di sejumlah wilayah rawan.

Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto menyatakan, pengerahan satu peleton personel Brimob ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri guna memperkuat jajaran kepolisian setempat. Pasukan tersebut langsung disebar ke dalam tiga titik rayonisasi utama.
“Sebanyak 15 personel ditempatkan di wilayah Sungai Raya, lima personel di Bengkayang, dan 10 personel di Jagoi Babang,” ujar Suparwoto, Selasa (25/8).

Penempatan strategis ini dirancang guna mempercepat mobilisasi pasukan saat titik api terdeteksi, bersinergi bersama Polres Bengkayang dan instansi terkait. Selain BKO Brimob, Polres Bengkayang juga menyiagakan tiga regu personel internal setiap harinya secara bergiliran.

Waspadai Lahan Gambut dan Dampak Kabut Asap

Berdasarkan pemetaan kepolisian, sejumlah wilayah dengan karakteristik lahan gambut menjadi atensi khusus karena memiliki kerawanan tinggi terhadap karhutla. Wilayah tersebut meliputi Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Jagoi Babang, Seluas, dan Siding.

Suparwoto menegaskan bahwa situasi di lapangan saat ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Kabut asap akibat kebakaran lahan dilaporkan mulai menghambat aktivitas harian warga, mengganggu roda perekonomian, mengancam kesehatan anak sekolah, hingga berpotensi mengganggu jalur transportasi udara serta permukiman warga.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian secara tegas mengimbau masyarakat agar menghentikan praktik pembakaran lahan, baik untuk pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.

“Situasinya sudah seperti ini dan dampaknya sangat luas. Mari kita sama-sama menjaga dan tidak lagi melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *