⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Ketua MMBB Landak: Apresiasi untuk Kapolres Landak dalam mengendalikan Karhutla

Oleh | Agustus 25, 2026 | 0 komentar | Agustus 25, 2026 (diperbarui)

NGABANG – Ketua Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Kabupaten Landak, Junghi Suhardi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Landak beserta seluruh unsur terkait atas kerja keras dan sinergi yang solid dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Landak.

Junghi Suhardi menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Ngabang, Selasa (25/8/2026). Menurutnya, ancaman Karhutla di Landak saat ini sangat nyata. Berdasarkan data, Kabupaten Landak tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Kalimantan Barat. Bahkan pada 23 Agustus 2026, terpantau tujuh titik hotspot di Kecamatan Ngabang dengan potensi luas terdampak mencapai 7,6 hektare. Pemerintah Kabupaten Landak sendiri telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 1 Juli hingga 31 Oktober 2026.

“Kami dari MMBB Landak mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres AKBP Devi Ariantari dan seluruh jajaran Polres Landak yang tak kenal lelah turun ke lapangan. Ini bukan sekadar tugas, ini bentuk pengabdian nyata Polri untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” ujar Junghi Suhardi.

Ia menyoroti kesigapan tim gabungan yang dipimpin Kasat Samapta Polres Landak AKP Zulianto saat menangani kebakaran di areal PT Saraswati Agro Estate, Desa Pak Mayam. Sebanyak 14 personel Kompi 1 Siaga Polres Landak dan 5 personel Polsek Ngabang dikerahkan, berkoordinasi dengan BPBD, KPH, dan tim pemadam perusahaan. Tim menempuh perjalanan jauh dan bekerja sejak pukul 15.15 WIB hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 19.15 WIB. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 30 hektare lebih.

“Yang membuat kami terkesan, petugas tidak hanya memadamkan api permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan menyeluruh karena lahan gambut menyimpan bara di bawah tanah yang bisa menyala kembali. Ini menunjukkan profesionalisme dan ketelitian yang luar biasa,” tambahnya.

Tak hanya di PT Saraswati, Junghi Suhardi juga mengapresiasi respons Polres Landak di lokasi lain. Pada Januari 2026, Pamapta III Polres Landak yang dipimpin Ipda Randi Tri Nanda bersama TNI dan Damkar berhasil menangani kebakaran lahan milik warga di Desa Tebedak seluas 3–4 hektare. Begitu pula penanganan tujuh titik hotspot di Kecamatan Ngabang yang langsung ditindaklanjuti.

Junghi Suhardi juga menyoroti langkah preventif Polres Landak yang dinilai sangat penting, seperti rapat koordinasi lintas sektoral, patroli rutin di kawasan rawan, serta sosialisasi ke desa-desa tentang larangan dan sanksi membakar lahan.

Sebagai organisasi masyarakat yang lahir dari semangat pelestarian budaya Dayak dan persatuan, MMBB mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Namun Junghi Suhardi mengingatkan agar pendekatan tetap humanis dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Kami siap bersinergi dengan Polres Landak dan semua elemen. Mari kita jaga Landak tetap aman, lestari, dan bebas Karhutla,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *