⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Nasional

Prabowo Hadiri May Day, Buruh Soroti Upah dan PHK

Oleh | Mei 2, 2026 | 0 komentar | Mei 2, 2026 (diperbarui)

Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jumat 1/5/2026, menjadi momentum bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mengevaluasi dampak kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Kehadiran Presiden dalam peringatan tersebut dinilai memberi arti tersendiri bagi kalangan buruh. Ahmad Zainuddin, pekerja dari PT Mayora Indah asal Tangerang, mengatakan momen itu menjadi ruang penting untuk memperkuat suara pekerja.

“Menurut saya maknanya sangat bagus, terutama buat para buruh di Indonesia. Kehadiran Presiden juga memeriahkan dan membuka ruang aspirasi masyarakat soal buruh,” ujar Ahmad.

Ia mengakui sejumlah kebijakan pemerintah mulai dirasakan dampaknya, meski belum sepenuhnya merata di semua sektor. Di sisi lain, ia menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi pekerja, terutama terkait kesejahteraan.

Kenaikan biaya hidup, mulai dari transportasi hingga kebutuhan sehari-hari, disebut menjadi beban tersendiri. Karena itu, Ahmad berharap pemerintah dapat mempertimbangkan peningkatan upah dan tunjangan bagi pekerja.

“Tantangannya bagi kami para buruh, terutama soal gaji. Kami berharap pemerintah bisa menaikkan lagi,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan perlindungan tenaga kerja, khususnya dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, keberlanjutan program pemerintah yang berpihak pada pekerja perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

“Harapannya ke depan, kebijakan untuk buruh bisa lebih ditingkatkan, terutama soal perlindungan karyawan,” ujarnya.

Peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas harapan buruh terhadap kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan dan kepastian kerja di masa mendatang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *