⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
Budaya Kalbar

​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis

Oleh | Mei 4, 2026 | 0 komentar | Mei 4, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK- Malam di pesisir Sungai Kapuas terasa berbeda pada Sabtu (2/5/2026). Denting logam dan semerbak wewangian ritual memenuhi udara saat Festival Mattompang resmi digelar di Taman Alun Kapuas. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan teguh akan lestarinya identitas budaya Bugis di jantung Kota Khatulistiwa.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pelestarian budaya ini. Menurutnya, festival semacam ini adalah benteng pertahanan di tengah gempuran modernisasi yang kian kencang.

Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Mattompang yang diselenggarakan oleh komunitas masyarakat Bugis di Taman Alun Kapuas. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyebut agenda ini sebagai langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur adat tetap relevan bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Bahasan menekankan bahwa keberagaman suku di Pontianak adalah aset berharga yang harus terus dirawat. Festival Mattompang, yang identik dengan ritual pembersihan benda pusaka, dinilai memiliki daya tarik wisata budaya yang kuat sekaligus menjadi perekat sosial antarwarga.

“Kami sangat mengapresiasi semangat panitia dan tokoh masyarakat Bugis yang telah menginisiasi Festival Mattompang ini. Kegiatan ini bukan hanya soal merawat benda pusaka, tetapi tentang bagaimana kita menjaga nilai-nilai filosofis dan identitas adat agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Bahasan di sela-sela acara.”

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Pontianak. Dengan penataan yang apik di ikon kota seperti Taman Alun Kapuas, festival ini diyakini mampu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Identitas budaya adalah akar dari sebuah bangsa. Ketika masyarakat bangga dengan adat istiadatnya, maka karakter kota ini akan semakin kuat dan harmonis,” imbuhnya.

Acara yang berlangsung hingga malam hari tersebut berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, perangkat daerah, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan prosesi adat tersebut di tepian Sungai Kapuas.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *