⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat

Oleh | Mei 4, 2026 | 0 komentar | Mei 4, 2026 (diperbarui)

KENDARI – Seorang siswi Sekolah Dasar berinisial AKS, 12 tahun, yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum anggota TNI AD Sertu Majid Bone dari Kodim 1417/Kendari, kini mengalami trauma berat.

Menurut keterangan sang bibi berinisial VN, Minggu (3/5/2026), korban mengalami depresi hingga memilih mengisolasi diri di kamar. AKS kerap melukai tubuhnya sendiri dengan mencakar serta sering berteriak histeris lantaran dihantui ketakutan.

Sebelumnya, AKS tinggal bersama keluarganya di sebuah perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Setelah kasus ini terungkap ke publik, keluarga memutuskan pindah ke rumah sang nenek di Kota Kendari demi keamanan dan pemulihan korban.

VN menjelaskan, sejak tinggal di rumah neneknya, AKS enggan beraktivitas di luar kamar. Ketika berkumpul dengan keluarga, korban hanya diam dan menutup diri. Kondisi psikisnya justru semakin terpuruk saat sendirian. Tangis histeris dan tindakan menyakiti diri kerap muncul tanpa pemicu jelas.

“Korban mengalami depresi berat. Ia sering mencakar badannya sendiri dan histeris karena ketakutan yang berlebihan,” tutur VN.

Keluarga mengaku sangat terpukul melihat kondisi AKS. Pendampingan dari psikolog anak telah diberikan, namun belum membuahkan hasil yang signifikan. “Kami terus berupaya maksimal agar AKS bisa pulih,” tambah VN.

Lebih lanjut, VN menyebut pihak TNI pernah meminta izin untuk bertemu dan mendampingi korban. Akan tetapi, permohonan tersebut ditolak keluarga. Alasannya, kondisi psikis AKS masih sangat labil dan trauma terhadap kehadiran orang asing, sehingga dikhawatirkan memperburuk keadaannya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *