Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI
JAKARTA – Komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan buruh diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan hak dasar, tetapi juga menjadi titik balik penguatan kapasitas tenaga kerja nasional. Di tengah arus digitalisasi yang kian deras, pekerja Indonesia dituntut untuk segera beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar tetap relevan di pasar global.
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa afirmasi pemerintah terhadap kaum buruh harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi besar-besaran. Menurutnya, perhatian Presiden Prabowo terhadap aspek perumahan dan kondisi kerja yang layak adalah fondasi penting untuk membangun produktivitas.
“Kita harus memanfaatkan momentum afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia dengan meningkatkan keterampilan segenap pekerja,” ujar Eddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (3/11).
Eddy menjelaskan bahwa persaingan Indonesia dengan negara tetangga dalam memperebutkan investasi sektor industri dan manufaktur semakin ketat. Oleh karena itu, program reskilling (alih keterampilan) dan upskilling (pemahiran) bagi pekerja nasional menjadi harga mati agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di era otomatisasi.
Kefasihan pekerja dalam mengoperasikan teknologi terkini, lanjut Eddy, merupakan daya tarik utama bagi masuknya investasi berkualitas tinggi. Ia menyebut sektor-sektor strategis masa depan sangat bergantung pada ketersediaan SDM yang mumpuni.
“Investasi di sektor data center, semi konduktor, dan green industries membutuhkan tenaga kerja yang terampil, terdidik, dan menguasai teknologi, apalagi kita telah masuk ke era AI,” tambahnya.
Lebih lanjut, politisi PAN ini mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa menjamin lapangan kerja yang ada saat ini akan bertahan selamanya di tengah gempuran teknologi. Namun, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk memastikan para pekerja tidak tertinggal.
“Saat ini yang bisa dijamin pemerintah adalah bahwa pekerja tidak akan ditinggalkan dan selalu mendapatkan perhatian, khususnya terhadap peningkatan kemampuan dan kesejahteraannya,” tegas Eddy.
Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu menunjang target pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dengan tenaga kerja yang siap berkompetisi, Indonesia optimistis mampu menangkap peluang investasi manufaktur yang lebih luas di kancah internasional.
Berita Terkait
KALBAR
Polda Kalbar Terima 300 Personel Brimob BKO untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Pontianak – Polda Kalimantan Barat secara resmi menerima kedatangan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) dalam rangka...
Bengkayang
30 Personel Brimob Diterjunkan Atasi Karhutla di Bengkayang
BENGKAYANG — Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, Kalimantan Barat, mendapat tambahan kekuatan signifikan dalam menanggulangi darurat kebakaran...
kalbar news update
Polri Kerahkan 300 Brimob Atasi Karhutla Kalbar.
Jakarta — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300...
KALBAR
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Langsung Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Barat
Pontianak – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat untuk...