⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
Nasional

Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI

Oleh | Mei 4, 2026 | 0 komentar | Mei 4, 2026 (diperbarui)

JAKARTA – Komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan buruh diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan hak dasar, tetapi juga menjadi titik balik penguatan kapasitas tenaga kerja nasional. Di tengah arus digitalisasi yang kian deras, pekerja Indonesia dituntut untuk segera beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar tetap relevan di pasar global.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa afirmasi pemerintah terhadap kaum buruh harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi besar-besaran. Menurutnya, perhatian Presiden Prabowo terhadap aspek perumahan dan kondisi kerja yang layak adalah fondasi penting untuk membangun produktivitas.

“Kita harus memanfaatkan momentum afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia dengan meningkatkan keterampilan segenap pekerja,” ujar Eddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (3/11).

Eddy menjelaskan bahwa persaingan Indonesia dengan negara tetangga dalam memperebutkan investasi sektor industri dan manufaktur semakin ketat. Oleh karena itu, program reskilling (alih keterampilan) dan upskilling (pemahiran) bagi pekerja nasional menjadi harga mati agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di era otomatisasi.

Kefasihan pekerja dalam mengoperasikan teknologi terkini, lanjut Eddy, merupakan daya tarik utama bagi masuknya investasi berkualitas tinggi. Ia menyebut sektor-sektor strategis masa depan sangat bergantung pada ketersediaan SDM yang mumpuni.

“Investasi di sektor data center, semi konduktor, dan green industries membutuhkan tenaga kerja yang terampil, terdidik, dan menguasai teknologi, apalagi kita telah masuk ke era AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi PAN ini mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa menjamin lapangan kerja yang ada saat ini akan bertahan selamanya di tengah gempuran teknologi. Namun, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk memastikan para pekerja tidak tertinggal.

“Saat ini yang bisa dijamin pemerintah adalah bahwa pekerja tidak akan ditinggalkan dan selalu mendapatkan perhatian, khususnya terhadap peningkatan kemampuan dan kesejahteraannya,” tegas Eddy.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu menunjang target pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dengan tenaga kerja yang siap berkompetisi, Indonesia optimistis mampu menangkap peluang investasi manufaktur yang lebih luas di kancah internasional.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *