Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga
LONDON – Kejutan besar terjadi di Wimbledon 2026. Petenis nonunggulan asal Filipina, Alexandra Eala, menciptakan sensasi setelah menumbangkan juara bertahan sekaligus unggulan pertama Iga Swiatek pada babak ketiga turnamen Grand Slam bergengsi tersebut, Sabtu (4/7).
Bertanding di Centre Court yang megah, petenis berusia 21 tahun itu tampil gemilang untuk mengalahkan Swiatek dengan skor 7-6(7), 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 47 menit. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Eala ke babak keempat Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Set pertama menjadi pertarungan sengit selama 84 menit. Swiatek yang langsung mematahkan servis Eala di awal game sempat unggul, namun Eala bangkit dan memaksa tie-break. Dalam drama 13 poin, Eala berhasil memenangi tie-break dengan skor 9-7 setelah menyelamatkan dua set poin.
Memasuki set kedua, kepercayaan diri Eala semakin membumbung tinggi. Sementara Swiatek justru kehilangan ritme permainan dan melakukan total 44 kesalahan sendiri. Eala pun mendominasi permainan dan mengamankan kemenangan pada match point ketiganya.
“Ini luar biasa. Saya berhasil mencapai pekan kedua Grand Slam dan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Eala dalam wawancara setelah pertandingan seperti dikutip laman resmi Wimbledon.
“Iga adalah pemain yang luar biasa dan pribadi yang sangat baik. Bagi seseorang yang tumbuh besar di Filipina, yang setiap hari berlatih bersama kakak dan kakeknya dengan kaus kaki berenda, sepatu yang menyala, dan pipi tembam, ini adalah segalanya,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Kemenangan ini tidak hanya bersejarah bagi Eala secara pribadi, tetapi juga bagi tanah kelahirannya. Ia menjadi petenis Filipina pertama yang mampu menembus babak keempat turnamen Grand Slam. Sebelumnya, pencapaian terbaik Eala di ajang Grand Slam adalah mencapai putaran kedua di Prancis Terbuka 2025.
Yang lebih mencengangkan, Eala sama sekali bukan unggulan dalam turnamen ini. Ia belum pernah mencapai putaran ketiga Grand Slam sebelumnya, apalagi mengalahkan petenis peringkat 10 besar dunia. Kini, ia telah menumbangkan peringkat satu dunia dan juara bertahan Wimbledon.
Eala mendedikasikan kemenangan monumental ini kepada rakyat Filipina, keluarga, dan anak-anak perempuan yang bermimpi besar.
“Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga saya, dan semua anak perempuan kecil yang memiliki mimpi besar,” kata Eala.
Meski telah mencatatkan sejarah, Eala menegaskan bahwa ia belum puas. “Mari lanjut ke babak berikutnya,” ujarnya singkat penuh tekad.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Swiatek yang gagal mempertahankan gelar juara Wimbledon yang diraihnya pada 2025. Petenis Polandia itu juga kehilangan kesempatan untuk menjadi petenis putri pertama yang berhasil mempertahankan gelar Wimbledon sejak Serena Williams pada 2016.
“Alexandra bermain lebih berani pada momen-momen penting,” akui Swiatek usai pertandingan. “Saya berusaha tetap fokus pada set kedua, tetapi servisnya semakin lambat sehingga semakin sulit untuk saya antisipasi.”
Dengan hasil ini, Eala kini menunggu pemenang antara petenis unggulan ke-12 dan petenis kualifikasi untuk memperebutkan tiket perempat final Wimbledon.
Berita Terkait
Internasional
Billy Donovan Gabung Spurs sebagai Asisten Pelatih, Siap Dampingi Mitch Johnson
SAN ANTONIO – Kabar mengejutkan datang dari dunia basket NBA. Pelatih veteran Billy Donovan resmi bergabung...
Internasional
Maroko Tumbangkan Belanda Lewat Adu Penalti, Tantang Kanada di 16 Besar
MONTERREY– Nasib dramatis mewarnai perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Walid Regragui memastikan satu...
Internasional
Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026
TUNISIA – Kontingen para atletik Indonesia mencatatkan sejarah manis di kancah internasional. Bertanding di ajang World...
Internasional
Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
INNSBRUCK, Austria – Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional...