⚡ Breaking
Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara
Internasional

Maroko Tumbangkan Belanda Lewat Adu Penalti, Tantang Kanada di 16 Besar

Oleh | Juli 1, 2026 | 0 komentar | Juli 1, 2026 (diperbarui)

MONTERREY– Nasib dramatis mewarnai perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Walid Regragui memastikan satu tiket babak 16 besar setelah menyingkirkan Belanda dalam duel sengit yang berakhir dengan kemenangan 3-2 melalui adu penalti di Stadion BBVA, Selasa (30/6) waktu setempat.

Laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi ini nyaris menjadi mimpi buruk bagi kubu Singa Atlas. Belanda unggul lebih dulu melalui gol Cody Gakpo pada menit ke-72, memanfaatkan umpan matang dari Crysencio Summerville. Namun, keunggulan Oranje sirna di penghujung laga. Issa Diop menjadi pahlawan bagi Maroko setelah menyamakan kedudukan pada menit pertama injury time babak kedua, memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan usai, membawa kedua tim ke drama adu penalti.

Pada babak tos-tosan, kiper Yassine Bounou tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi Justin Kluivert dan Crysencio Summerville. Sementara itu, Ismael Saibari, yang tampil konsisten sepanjang turnamen, muncul sebagai pahlawan penentu kemenangan. Pemain yang selalu mencetak gol di babak penyisihan grup itu sukses memperdaya kiper Bart Verbruggen sebagai algojo kelima, memastikan kemenangan Maroko setelah sebelumnya empat eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kami tahu laga ini akan sangat sulit. Belanda adalah tim besar dengan kualitas individu yang mumpuni. Namun, kami menunjukkan mentalitas juara. Kami tidak pernah menyerah, dan ini adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Maroko,” ujar Walid Regragui dalam konferensi pers usai pertandingan.

Di babak 16 besar, Maroko sudah dinanti salah satu tuan rumah, Kanada, yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Afrika Selatan. Meski bermain di zona Amerika Utara, Kanada tidak akan mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah karena laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7) mendatang.

Sepanjang 90 menit waktu normal, laga berjalan seimbang. Belanda mencoba mendominasi lini tengah melalui duet Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong. Namun, Maroko tampil disiplin dengan pressing ketat dan duel fisik yang agresif. Peluang emas sempat dimiliki Maroko di babak kedua melalui tembakan Ayyoub Bouaddi dan Achraf Hakimi yang membentur mistar gawang, sebelum akhirnya Gakpo membuka keunggulan bagi De Oranje.

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mengaku kecewa dengan hasil ini. “Kami memimpin hingga menit-menit akhir, tetapi kehilangan fokus. Itu adalah pelajaran berharga. Sepak bola adalah tentang memanfaatkan momen, dan kami gagal melakukannya,” keluhnya.

Pada babak tambahan waktu, Maroko tampil lebih agresif dan nyaris mencetak gol melalui Sofiane Rahimi jika saja Verbruggen tidak sigap. Duel fisik yang kian memanas mewarnai jalannya pertandingan hingga akhirnya harus berakhir dengan adu penalti.

Hasil ini menjadi pencapaian manis bagi Maroko yang kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Afrika. Kini, tantangan berat menanti mereka melawan Kanada yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *