⚡ Breaking
Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara
Kriminal

Penangkapan Residivis Narkoba di Katingan Berujung Ricuh

Oleh | Juli 3, 2026 | 0 komentar | Juli 3, 2026 (diperbarui)

KATINGAN, KALTENG – Operasi penangkapan seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7/2026) dini hari, berubah menjadi insiden berdarah setelah tim Satresnarkoba Polres Katingan mendapat perlawanan brutal dari warga setempat.

Insiden ini mengakibatkan satu personel Satresnarkoba, Aipda Yudhie, gugur dalam tugas dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah lanting. Sementara itu, dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga saat ini masih dalam pencarian.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Katingan ini berawal dari tindak lanjut informasi masyarakat mengenai peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Sekitar pukul 00.30 WIB, petugas tiba di lokasi dan membagi tim untuk melakukan penggerebekan di kediaman target operasi (TO).

Saat petugas hendak mengamankan BIO, situasi memanas. Sejumlah laki-laki dari dalam rumah menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Petugas sempat memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan. Karena terus melakukan perlawanan yang mengancam nyawa, tindakan tegas terukur terpaksa dilakukan,” ujar sumber kepolisian.

Situasi semakin tidak terkendali saat pihak keluarga pelaku memprovokasi warga sekitar. Massa yang marah keluar rumah membawa parang hingga senjata api rakitan (senpi rakitan), memaksa tim kepolisian untuk menyelamatkan diri.

Anggota Satresnarkoba terpaksa mundur dan bersembunyi di sebuah pulau kecil di tengah sungai sembari menunggu bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Dalam upaya melarikan diri, sebagian anggota harus berenang melintasi sungai di bawah ancaman tembakan senjata rakitan dari warga.

Hingga saat ini, sebanyak 9 anggota Satresnarkoba telah berhasil dievakuasi ke tempat yang aman. Tim gabungan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah masih terus melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari keberadaan Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri yang belum ditemukan.

Kapolres Katingan menyatakan telah mengerahkan kekuatan penuh untuk memulihkan situasi di Desa Tumbang Kalemei dan menindak tegas para pelaku yang melakukan perlawanan terhadap petugas serta kepemilikan senjata api ilegal.

“Kami fokus pada evakuasi dan pencarian personel kami. Kami juga akan mengusut tuntas pihak-pihak yang melakukan penyerangan terhadap aparat hukum,” tegas pihak Polres Katingan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *