⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

Solmadapar Demo di Kantor Gubernur Kalbar, Tuntut Keadilan Air Upas

Oleh | April 17, 2026 | 0 komentar | April 17, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Massa dari Solidaritas Mahasiswa Dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Jumat (17/4). Aksi yang dipimpin oleh Sekjen Solmadapar, Asep, ini menyoroti rentetan aksi teror pembakaran rumah yang terjadi di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Dalam orasinya, massa menyatakan keprihatinan atas sekitar 37 insiden teror yang terjadi sepanjang tahun 2026, termasuk pembakaran sekitar 30 rumah warga. Mereka mendesak Gubernur dan Kapolda Kalbar untuk segera mengambil langkah tegas guna menjamin rasa aman masyarakat.

Massa aksi diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Prov. Kalbar, Y. Antonius Rawing, serta Anggota DPRD Prov. Kalbar, Rostini Hagalwati.
Dalam penyampaiannya di depan massa aksi, Pemprov Kalbar Menyatakan akan segera melakukan rapat koordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut, meski secara administratif saat ini penanganan masih berada di tingkat kabupaten.

DPRD Kalbar yang di wakili Rostini Hagalwati berkomitmen mengoordinasikan kasus ini dengan Polres Ketapang. Jika tidak ada tindak lanjut yang signifikan, pihaknya akan meminta agar kasus ini dilimpahkan ke Polda Kalbar.

Situasi sempat memanas sekitar pukul 11.46 WIB ketika terjadi gesekan antara massa aksi dan petugas Satpol PP. Kericuhan dipicu oleh upaya mahasiswa yang hendak memasang bendera organisasi pada tiang bendera Merah Putih.

Meski demikian, aksi yang melibatkan pembakaran ban motor sebagai simbol protes ini berakhir pada pukul 13.31 WIB dengan situasi yang kembali kondusif. Solmadapar mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan transparansi dan penegakan hukum dalam kasus Air Upas tidak segera dipenuhi. (Fariz)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *