⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.930, BI dan Investor Jadi Pendorong

Oleh | Juni 12, 2026 | 0 komentar | Juni 12, 2026 (diperbarui)

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat pagi dengan naik 59 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.930 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.989 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda didorong oleh respons positif pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor, terutama investor asing, terhadap aset-aset domestik sehingga menopang sentimen positif di pasar keuangan Indonesia.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai langkah BI berhasil memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Optimisme investor terhadap stabilitas pasar domestik juga ikut menjaga kinerja mata uang Indonesia.

Di sisi eksternal, dolar AS masih mendapat dorongan setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Selain itu, pelaku pasar turut memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Apabila kedua negara mencapai kesepakatan, stabilitas pasokan energi global berpotensi membaik dan harga minyak dunia dapat lebih terkendali.

Bagi Indonesia yang masih mengandalkan impor minyak, kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Meski demikian, karena belum ada kesepakatan final, pasar masih cenderung bersikap hati-hati. Dalam jangka pendek, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.980 per dolar AS.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *