Ritual Bahaupm Naik Dango 41: Landak Tuan Rumah 2027
KUBU RAYA – Kemeriahan perayaan Naik Dango ke-41 tahun 2026 di Kabupaten Kubu Raya mencapai puncaknya melalui pelaksanaan Ritual Adat Bahaupm. Bertempat di Rumah Adat Dayak Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, musyawarah besar ini mempertemukan tokoh-tokoh penting dari tiga kabupaten: Kubu Raya, Landak, dan Mempawah pada Minggu (26/4/2026) sore.
Bahaupm sendiri merupakan tradisi musyawarah masyarakat Dayak Kanayant yang bertujuan untuk menyamakan persepsi, menetapkan aturan adat, serta menentukan arah pelaksanaan gawai di masa mendatang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sosok berpengaruh, Panglima Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) se-Kalimantan, Agustinus Jilah. Hadir pula jajaran Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) dari tiga kabupaten, Camat Sungai Ambawang Jurin, S.E., Anggota DPRD Kubu Raya Ewinalgo, S.H., serta para fungsionaris adat seperti Timanggung dan Pasirah.
Dalam suasana yang khidmat namun penuh kekeluargaan, musyawarah adat ini menghasilkan beberapa keputusan strategis bagi pelestarian budaya Dayak. Salah satu poin utamanya adalah penunjukan Kabupaten Landak sebagai tuan rumah resmi perayaan Naik Dango ke-42 yang akan digelar pada tahun 2027 mendatang.
Selain itu, forum menyepakati pelaksanaan ritual Balala Pantang Nagari di wilayah Kubu Raya, Landak, dan Mempawah akan dilakukan secara serentak pada tanggal 5 hingga 6 Juni 2026. Kesepakatan ini diambil untuk memperkuat kebersamaan dan keseragaman dalam menjalankan tatanan adat di tiga wilayah tersebut.
Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Lingga, Laurensius, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. “Bahaupm adalah roh dari gotong royong kami. Semua aspirasi ditampung demi kemajuan adat dan kelancaran gawai Naik Dango,” ujarnya.
Mengingat lokasi kegiatan berada di jalur vital Jalan Trans Kalimantan, aparat kepolisian dari Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Ambawang melakukan pengamanan ketat. Pengaturan arus lalu lintas menjadi prioritas utama guna memastikan mobilitas logistik dan angkutan umum tetap berjalan normal di tengah antusiasme massa yang hadir.
Hingga kegiatan berakhir pada pukul 21.00 WIB, situasi di lokasi dilaporkan sangat kondusif. Semangat kebersamaan yang terpancar dari Rumah Adat Desa Lingga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur musyawarah tetap menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (dimasekoo)
Berita Terkait
KALBAR
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pelayanan di SPBU Apung Kapuas Hulu
Kapuas Hulu, 27 September 2026* – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan perkuat pelayanan dan pengawasan...
KALBAR
PWI Kalbar Dorong LPM Warta IAIN Pontianak Perkuat Pers Kampus
PONTIANAK — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat mendorong Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak...
KALBAR
Sah! Taufik Terpilih Aklamasi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026-2029
SINTANG – Taufik Hidayat, terpilih aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang masa bakti...
kalbar news update
Aksi Nyata Kepedulian Kesehatan, BEM Politeknik Aisyiyah Pontianak Gandeng Polresta Pontianak Bagikan Masker Gratis di Simpang 4 A. Yani
PONTIANAK — Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di tengah mobilitas perkotaan yang tinggi, Badan...