⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Rem Sudah Dilaporkan Bermasalah Sejak Jumat, Bus DAMRI Tetap Jalan & Akhirnya Kecelakaan di Sanggau

Oleh | April 5, 2026 | 0 komentar | April 6, 2026 (diperbarui)

SANGGAU – Sebuah bus DAMRI Mercedes-Benz bernopol KB 7710 S terguling di turunan Penyeladi, Jalan Raya Sanggau–Sekadau, Minggu siang (5/4/2026). Akibatnya, satu penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Fakta yang terungkap, masalah rem bus ini ternyata sudah dilaporkan sopir dua hari sebelumnya.

Kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 13.40 WIB. Bus yang membawa 31 penumpang itu melaju dari Terminal Sidomulyo menuju Terminal Ambawang. Sesampainya di lokasi, jalan menurun dan menikung ke kanan, sopir kehilangan kendali. Bus oleng lalu mengalami laka tunggal.

Satu korban meninggal dunia adalah Martini, 54 tahun, karyawan honorer asal Sintang. Sementara 25 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan. Dua orang di antaranya masih dalam perawatan intensif, bahkan satu korban harus diamputasi lengan kanannya. Seluruh korban saat ini masih menjalani CT Scan di IGD RSUD M. Th. Djaman, sehingga belum bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.

Sudah Lapor Rem Pincang Sejak 3 April

Yang menarik adalah catatan teknis bus ini. Dua hari sebelum kecelakaan, tepatnya Jumat (3/4/2026), bus yang sama dikemudikan oleh sopir bernama Sandi. Setelah tiba di Terminal Ambawang, Sandi melapor ke pihak DAMRI bahwa sistem pengereman bus sudah kurang berfungsi baik.

Tapi Sabtu (4/4/2026), Sandi dan Indra Oktavian—sopir yang mengemudikan bus saat kecelakaan—justru diperintahkan tetap jalan membawa penumpang ke Terminal Sidomulyo (Pinoh). Sebelum berangkat, sempat ditanyakan soal perbaikan rem. Jawabannya: kendaraan bisa digunakan.

Namun di perjalanan, Indra lagi-lagi mengeluh rem masih kurang pakem. Setibanya di Sidomulyo, bus dipakai antar penumpang lagi lalu istirahat di terminal.

Call To Action

Click here to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *