⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Business News

PLN EPI Gandeng Itera Kembangkan Bioenergi Nasional

Oleh | Juni 7, 2026 | 0 komentar | Juni 7, 2026 (diperbarui)

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat upaya pengembangan bioenergi nasional melalui kerja sama riset tanaman energi bersama PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (PLN Puslitbang) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Kolaborasi tersebut difokuskan pada penelitian tanaman kaliandra dan sorgum yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber biomassa untuk mendukung kebutuhan energi bersih di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar campuran (co-firing) pada pembangkit listrik, kedua tanaman tersebut juga berpeluang menjadi bahan baku produksi hidrogen hijau melalui teknologi gasifikasi.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan kebutuhan biomassa diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya program co-firing dan pemanfaatan energi baru terbarukan di berbagai wilayah.

Menurutnya, pengembangan tanaman energi menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan pasokan biomassa secara berkelanjutan sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

PLN EPI, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pembangunan rantai pasok biomassa, tetapi juga mendorong riset dan inovasi agar sumber energi berbasis hayati dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

Kerja sama tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick off meeting penelitian bioenergi yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi Sumatera di Bandar Lampung.

Hokkop menjelaskan bahwa kaliandra dan sorgum memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mampu tumbuh di lahan marginal, memiliki produktivitas yang tinggi, serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan energi. Potensi tersebut menjadikan kedua tanaman ini sebagai salah satu alternatif yang menjanjikan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Selain berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, pengembangan bioenergi juga diyakini mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan dan budidaya tanaman energi.

Sementara itu, General Manager PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, menilai sinergi antara industri dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata pada sektor ketenagalistrikan.

Melalui kolaborasi ini, PLN EPI, PLN Puslitbang, dan Itera berharap pengembangan biomassa di Indonesia dapat berjalan lebih terarah dengan dukungan riset yang kuat, teknologi yang tepat, serta model bisnis yang berkelanjutan guna mempercepat terwujudnya sistem energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *