Naik Dango ke-41 Sukses, Kubu Raya Raih Juara Umum
“Naik Dango bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan detak jantung kebudayaan kita. Ini adalah cara kita berterima kasih kepada Sang Pencipta sekaligus menjaga martabat bangsa di tengah arus modernisasi.”
— H. SUKIRYANTO, S.Ag. (Wakil Bupati Kubu Raya)
SUNGAI AMBAWANG – Kemeriahan perhelatan adat akbar di Kalimantan Barat mencapai puncaknya. Ritual tradisi Naik Dango ke-41 tahun 2026 yang melibatkan tiga kabupaten yakni Kubu Raya, Landak, dan Mempawah, resmi ditutup pada Selasa malam (28/4/2026).
Bertempat di Rumah Adat Kanayatn, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, acara penutupan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Mengusung tema “Pelestarian Revitalisasi dan Adaptasi Nilai-nilai Kebudayaan Dayak di Tengah Arus Globalisasi dan Modernisasi”, kegiatan ini menjadi simbol keteguhan masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur di era digital.
Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag., yang hadir menutup acara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada 22 kontingen yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa Naik Dango bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud syukur atas hasil panen dan kesehatan yang diberikan oleh Jubata (Tuhan).
“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen penuh mendukung pelestarian budaya ini. Ke depan, kami berencana mengembangkan kawasan rumah adat Desa Lingga sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” ujar Sukiryanto dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DAD Kubu Raya, Markus Nalian, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Ia juga mengumumkan hasil kesepakatan bersama terkait lokasi pelaksanaan tahun-tahun mendatang.
“Tahun 2027 mendatang, Kabupaten Landak akan menjadi tuan rumah Naik Dango ke-42, disusul Mempawah pada 2028, dan kembali ke Kubu Raya pada 2029,” jelasnya.
Momen yang paling dinantikan dalam malam penutupan adalah pengumuman pemenang lomba. Kontingen Kecamatan Sungai Ambawang yang mewakili Kabupaten Kubu Raya berhasil keluar sebagai Juara Umum. Prestasi gemilang ini diraih setelah mereka mendominasi perolehan medali dengan rincian 6 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.
Selain pengumuman juara, malam tersebut juga dimeriahkan dengan pemilihan Bujang dan Dare yang menjadi magnet bagi para generasi muda yang hadir.
Acara yang berakhir hingga pukul 03.00 WIB dini hari ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Bupati Landak Dr. Karolin Margret Natasa, perwakilan Kapolda Kalbar, perwakilan Kabinda, pengurus MADN, serta jajaran forkopimda dari tiga kabupaten terkait.
Meski dihadiri ribuan massa, situasi tetap berjalan kondusif berkat sinergi ketat antara panitia, tokoh adat, dan aparat keamanan. Keberhasilan acara ini membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal mampu menjadi pemersatu di tengah dinamika modernisasi. (Musda)
Berita Terkait
KALBAR
Ketua Bala Dayak Landak: Gerak Cepat Polres Landak Selamatkan Hutan Adat dari Karhutla
NGABANG – Ketua Bala Dayak Kabupaten Landak, Aan Dahoya, memberikan apresiasi dan penghormatan yang mendalam kepada...
KALBAR
Ketua MMBB Landak: Apresiasi untuk Kapolres Landak dalam mengendalikan Karhutla
NGABANG – Ketua Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Kabupaten Landak, Junghi Suhardi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan...
KALBAR
Ketua DPC TBBR Landak Apresiasi Kerja Maksimal Polres Landak Tangani Karhutla
NGABANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Landak, Lianus Bembe,...
KALBAR
Aliansi Ormas Landak Puji Kinerja Polres Tangani Karhutla
NGABANG – Ketua Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Kabupaten Landak, FX. Ferry Sak, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi...