Meriah, Pembukaan Naik Dango ke-41 di Kubu Raya Tahun 2026
KUBU RAYA – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Rumah Adat Kanayatn di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, pada Senin (27/4/2026). Ribuan masyarakat adat Dayak berkumpul untuk merayakan pembukaan Naik Dango ke-XLI (41), sebuah tradisi tahunan sebagai bentuk syukur atas panen padi yang melimpah.
Acara ini menyatukan masyarakat dari tiga kabupaten sekaligus, yakni Kubu Raya, Landak, dan Mempawah. Sebanyak 2.260 peserta dari 22 kontingen hadir memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian ritual adat dan perlombaan budaya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.I.P., M.Si., yang membuka secara resmi kegiatan ini, memberikan apresiasi tinggi. Dalam sambutannya, ia menyebut perhelatan tahun ini sebagai salah satu yang paling meriah dalam sejarah.
“Naik Dango adalah momentum untuk melestarikan budaya kita. Ini adalah ucapan syukur atas hasil kerja keras selama setahun. Suku yang tidak menjaga adatnya akan punah ditelan zaman,” ujar Krisantus.
Naik Dango sendiri merupakan ritual penyimpanan padi ke dalam dango (lumbung) sebagai penghormatan kepada Jubata (Tuhan). Selain aspek spiritual, tradisi ini mempertegas kemandirian pangan masyarakat Dayak Kanayatn.
Ketua Panitia, Lorensius, menjelaskan bahwa acara tidak hanya berisi ritual Nyangahatn dan Tari Nimang Padi, selain itu juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan budaya seperti 14 jenis lomba seni budaya tradisional, 4 jenis permainan rakyat, serta Pameran produk UMKM lokal.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban. “Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk menghormati adat. Tidak boleh ada pesta miras atau perkelahian agar kesakralan acara tetap terjaga,” tegasnya.
Pihak kepolisian dari Polres Kubu Raya memastikan seluruh rangkaian acara pembukaan berjalan kondusif. Mengingat lokasi acara berada di jalur vital Jl. Trans Kalimantan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat untuk mencegah kemacetan panjang.
Perayaan Naik Dango ke-41 ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan sebelum nantinya tongkat estafet tuan rumah diserahkan kepada Kabupaten Landak untuk penyelenggaraan tahun ke-42 pada 2027 mendatang.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan tradisi Makatn Baraje atau makan bersama, yang memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan pejabat yang hadir, mempertegas semangat Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.
Berita Terkait
kalbar news update
Polri Kerahkan 300 Brimob Atasi Karhutla Kalbar.
Jakarta — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300...
kalbar news update
Polisi Ajak Mahasiswa dan Komunitas Bahas Isu PETI hingga Knalpot Brong Lewat Jumat Curhat Polres Landak
NGABANG — Polres Landak kembali menggelar program Jumat Curhat sebagai wadah komunikasi langsung antara kepolisian dan...
kalbar news update
Patroli Humanis Polres Landak Sasar Titik Rawan, Warga Diminta Manfaatkan Call Center 110
Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Komitmen Polres Landak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus...
kalbar news update
Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Rugikan Negara Rp5 Triliun
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri resmi meningkatkan penanganan dugaan korupsi pengadaan pasokan...