⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Ekonomi

Mendag Resmikan IPBA, Perkuat Dagang RI-Filipina

Oleh | Mei 9, 2026 | 0 komentar | Mei 9, 2026 (diperbarui)

Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina atau Indonesia-Philippines Business Association (IPBA) di Cebu, Filipina, sebagai langkah memperkuat perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Peresmian IPBA menjadi momentum baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Filipina yang telah terjalin selama 75 tahun. Kehadiran asosiasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.

“Harapannya, IPBA menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha kedua negara yang dapat mendorong perdagangan, investasi dan kemitraan bisnis yang lebih erat,” kata Budi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pembentukan IPBA telah diinisiasi sejak pertengahan 2024 oleh Atase Perdagangan Manila. Asosiasi ini dibentuk untuk memperluas jaringan usaha sekaligus mengoptimalkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Filipina.

Menurut Budi, keberadaan wadah baru tersebut juga diharapkan mampu membantu pelaku usaha dalam menghadapi berbagai hambatan perdagangan sehingga arus ekspor-impor kedua negara terus meningkat.

Ia menilai diversifikasi perdagangan menjadi langkah penting agar Indonesia dan Filipina lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Melalui IPBA, berbagai program promosi produk Indonesia akan diperkuat, mulai dari misi dagang, forum bisnis hingga business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, distributor, importir, dan investor dari Filipina.

Filipina sendiri menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, negara tersebut menempati posisi kedelapan tujuan ekspor Indonesia dengan nilai mencapai 10,22 miliar dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, Indonesia juga menjadi pemasok utama impor Filipina dan berada di posisi keempat. Sejumlah produk Indonesia yang memiliki peluang besar di pasar Filipina antara lain produk logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati.

Pemerintah berharap kehadiran IPBA dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar Filipina sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *