⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Nasional

Kementan Percepat Tanam Tebu untuk Swasembada Gula

Oleh | Juni 6, 2026 | 0 komentar | Juni 6, 2026 (diperbarui)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan tanaman tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan tanam serta penguatan hilirisasi guna meningkatkan produksi dan nilai tambah bagi petani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Triwidarto, mengatakan pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung kemandirian pangan nasional, khususnya sektor gula.

“Pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Gerakan Tanam Serentak Tebu di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan”.

Menurut Heru, hilirisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing komoditas perkebunan. Dengan dukungan industri pengolahan yang kuat, komoditas tebu tidak hanya menghasilkan gula, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Untuk tahun 2026, Jawa Tengah mendapat target pengembangan tebu seluas 10.800 hektare. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 8.800 hektare atau 80 persen dari target yang ditetapkan.

“Masih terdapat sekitar 2.000 hektare yang akan terus dikejar hingga akhir tahun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri gula, dan petani,” katanya.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pengembangan areal tebu mencapai sekitar 97 ribu hektare pada 2026. Hingga awal Juni, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 62 persen dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DKPP) Pekalongan, Yudhi Himawan, menyebut Kabupaten Pekalongan mendapat target pengembangan tebu seluas 234 hektare pada tahun ini. Saat ini realisasi tanam telah mencapai 135 hektare.

Menurutnya, peningkatan luas tanam diharapkan mampu mendongkrak produksi gula sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui kemitraan yang lebih kuat dengan industri pengolahan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam tebu merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah, kata Amran, berkomitmen memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, akses pembiayaan, hingga penguatan hilirisasi agar hasil produksi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat pembangunan pertanian. Seluruh program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Melalui percepatan tanam dan penguatan hilirisasi, pemerintah optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *