Kawal Demokrasi, PMII Mempawah Gelar Silaturahmi Intelektual
PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Halalbihalal dan Silaturahmi Intelektual bertajuk “Merajut Ukhuwah di Bumi Galaherang: Transformasi Jihad Intelektual PMII dalam Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat.”
MEMPAWAH – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi sarana mempererat sinergi dan memperkuat nalar kritis kaum pergerakan di Kabupaten Mempawah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mempawah menggelar Halalbihalal dan Silaturahmi Intelektual bertajuk “Merajut Ukhuwah di Bumi Galaherang: Transformasi Jihad Intelektual PMII dalam Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat,” di salah satu kafe di Mempawah, Jumat (03/04/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam format dialog dan ramah tamah ini menghadirkan akademisi sekaligus tokoh intelektual, Dr. Basuki Wibowo, M.Pd., sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran alumni senior serta seluruh kader PC PMII Kabupaten Mempawah.
Dalam paparannya, Dr. Basuki Wibowo menekankan pentingnya redefinisi peran mahasiswa di tengah dinamika geopolitik global. Ia mengajak kader PMII untuk mengedepankan “Jihad Intelektual” sebagai respons terhadap berbagai isu nasional, termasuk mitigasi dampak konflik Timur Tengah yang memengaruhi ketahanan energi dan pangan domestik. Mahasiswa diharapkan peka dan mampu menjadi penyejuk (cooling system) jika muncul isu-isu sensitif yang memicu keresahan, seperti fenomena panic buying di tengah masyarakat.
“Momentum Syawal adalah saatnya kita kembali ke fitrah pergerakan yang moderat (tawasuth). Kritik terhadap kebijakan publik harus tetap tajam namun dilakukan dengan cara yang ma’ruf, berbasis data, dan solutif. Mahasiswa harus menjadi filter informasi (tabayyun) agar masyarakat tidak terjebak dalam provokasi dan pemberitaan hoaks yang merugikan stabilitas daerah,” ujar Dr. Basuki.
Sementara itu, Ketua PC PMII Mempawah menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas di Kabupaten Mempawah. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran vital dalam mendukung profesionalisme institusi negara melalui masukan kritis dan evaluasi konstruktif yang berbasis kajian akademik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PMII di Bumi Galaherang adalah garda terdepan dalam menjaga demokrasi yang beradab. Kami akan terus memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah melalui naskah rekomendasi dan kajian, tanpa terjebak dalam narasi kebencian institusional,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini diharapkan mampu memperkuat peran kader PMII dalam mengawal demokrasi serta menjaga ketahanan nasional melalui partisipasi aktif di tingkat daerah. (Dimaseko)
Berita Terkait
kalbar news update
Polri Kerahkan 300 Brimob Atasi Karhutla Kalbar.
Jakarta — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300...
kalbar news update
Polisi Ajak Mahasiswa dan Komunitas Bahas Isu PETI hingga Knalpot Brong Lewat Jumat Curhat Polres Landak
NGABANG — Polres Landak kembali menggelar program Jumat Curhat sebagai wadah komunikasi langsung antara kepolisian dan...
kalbar news update
Patroli Humanis Polres Landak Sasar Titik Rawan, Warga Diminta Manfaatkan Call Center 110
Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Komitmen Polres Landak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus...
kalbar news update
Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Rugikan Negara Rp5 Triliun
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri resmi meningkatkan penanganan dugaan korupsi pengadaan pasokan...