⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Kawal Demokrasi, PMII Mempawah Gelar Silaturahmi Intelektual

Oleh | April 3, 2026 | 0 komentar | April 6, 2026 (diperbarui)

PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Halalbihalal dan Silaturahmi Intelektual bertajuk “Merajut Ukhuwah di Bumi Galaherang: Transformasi Jihad Intelektual PMII dalam Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat.”

MEMPAWAH – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi sarana mempererat sinergi dan memperkuat nalar kritis kaum pergerakan di Kabupaten Mempawah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mempawah menggelar Halalbihalal dan Silaturahmi Intelektual bertajuk “Merajut Ukhuwah di Bumi Galaherang: Transformasi Jihad Intelektual PMII dalam Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat,” di salah satu kafe di Mempawah, Jumat (03/04/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam format dialog dan ramah tamah ini menghadirkan akademisi sekaligus tokoh intelektual, Dr. Basuki Wibowo, M.Pd., sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran alumni senior serta seluruh kader PC PMII Kabupaten Mempawah.
Dalam paparannya, Dr. Basuki Wibowo menekankan pentingnya redefinisi peran mahasiswa di tengah dinamika geopolitik global. Ia mengajak kader PMII untuk mengedepankan “Jihad Intelektual” sebagai respons terhadap berbagai isu nasional, termasuk mitigasi dampak konflik Timur Tengah yang memengaruhi ketahanan energi dan pangan domestik. Mahasiswa diharapkan peka dan mampu menjadi penyejuk (cooling system) jika muncul isu-isu sensitif yang memicu keresahan, seperti fenomena panic buying di tengah masyarakat.

“Momentum Syawal adalah saatnya kita kembali ke fitrah pergerakan yang moderat (tawasuth). Kritik terhadap kebijakan publik harus tetap tajam namun dilakukan dengan cara yang ma’ruf, berbasis data, dan solutif. Mahasiswa harus menjadi filter informasi (tabayyun) agar masyarakat tidak terjebak dalam provokasi dan pemberitaan hoaks yang merugikan stabilitas daerah,” ujar Dr. Basuki.

Sementara itu, Ketua PC PMII Mempawah menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas di Kabupaten Mempawah. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran vital dalam mendukung profesionalisme institusi negara melalui masukan kritis dan evaluasi konstruktif yang berbasis kajian akademik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PMII di Bumi Galaherang adalah garda terdepan dalam menjaga demokrasi yang beradab. Kami akan terus memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah melalui naskah rekomendasi dan kajian, tanpa terjebak dalam narasi kebencian institusional,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini diharapkan mampu memperkuat peran kader PMII dalam mengawal demokrasi serta menjaga ketahanan nasional melalui partisipasi aktif di tingkat daerah. (Dimaseko)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *