⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
KALBAR

Kapal Bermuatan BBM Terbakar di Ketapang, Enam ABK Jadi Korban

Oleh | Mei 3, 2026 | 0 komentar | Mei 3, 2026 (diperbarui)

KETAPANG – Sebuah kapal kayu bermuatan bahan bakar minyak (BBM) terbakar saat bersandar di sungai belakang permukiman warga Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Sabtu malam 2 Mei 2026 sekitar pukul 22.30 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut menggegerkan warga sekitar setelah terdengar suara ledakan keras dari arah kapal. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian kapal.

Menurut keterangan warga setempat, sebelum terbakar kondisi kapal diketahui sudah karam atau tenggelam hampir di seluruh bagian badan kapal. Kapal itu rencananya akan berangkat membawa barang menuju Kabupaten Kayong Utara pada Minggu dini hari.

Seorang warga bernama Yudi mengatakan, suara ledakan membuat warga langsung keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

“Setelah terdengar ledakan, warga langsung keluar rumah. Api sudah besar dan asap tebal terlihat dari kapal,” ujarnya.

Api diduga cepat membesar karena kapal membawa muatan BBM jenis solar dan Pertamax. Bahkan kobaran api sempat menjalar di permukaan air sungai dan membakar area sekitar lokasi.

Warga lain, Apek, menyebut kapal tersebut awalnya merupakan kapal nelayan yang kini digunakan untuk mengangkut barang. Ia mengaku mengalami luka di bagian tangan saat membantu memotong tali kapal dan berupaya memadamkan api.

“Kami panik karena api menyebar. Saya ikut bantu potong tali kapal,” katanya.

Sementara itu, warga bernama Agung mengaku sempat terkejut karena ledakan dari kapal membuat rumahnya bergetar.

“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada ledakan keras dan rumah terasa bergetar. Saat keluar, suasana sudah terang karena api,” ungkapnya.

Selain membawa BBM, kapal tersebut juga disebut mengangkut tabung oksigen berukuran besar serta bahan makanan pokok yang akan dibawa ke Pulau Penebang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam kejadian tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya hingga Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB masih dalam pencarian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban secara final.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *