⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
Internasional

Inoue Kalahkan Nakatani, Pertahankan Sabuk

Oleh | Mei 3, 2026 | 0 komentar | Mei 3, 2026 (diperbarui)

Minggu ( 3 Mei 2026) – Naoya Inoue kembali membuktikan mengapa ia dijuluki “Monster”. Dalam duel sesama petinju Jepang di Tokyo Dome, juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) yang tak terbantahkan itu sukses mengalahkan Junto Nakatani melalui kemenangan angka, sekaligus mempertahankan sabuk WBA, WBC, IBF, dan WBO.

Pertarungan sengit yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube DAZN dan dipantau dari Jakarta pada Minggu itu berakhir dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113 untuk keunggulan Inoue. Hasil ini memperpanjang rekor sempurna petinju berusia 32 tahun menjadi 33 kemenangan (27 KO), tanpa satu pun kekalahan.

Duel berlangsung alot sejak ronde pertama. Keduawan sama-sama mengintai, baru mulai bertukar pukulan di ronde kedua dan ketiga. Namun, tak ada pukulan signifikan yang mengubah jalannya pertarungan hingga Inoue mulai menemukan celah di ronde keempat. Dengan pergerakan kepala yang lincah, ia mengecoh Nakatani lewat serangan ke tubuh, lalu melepaskan jab keras ke kepala.

Nakatani yang dikenal sebagai petinju kidal segera merespons. Ronde kelima menjadi miliknya ketika ia meningkatkan agresivitas. Kombinasi pukulan beruntun ke arah kepala sempat membuat Inoue terhuyung. Tapi “Monster” tak goyah. Pertahanan solidnya justru membalik tekanan, mempersempit jarak, dan meraup lebih banyak poin.

Memasuki ronde kedelapan, Nakatani kembali tampil garang. Pukulan hook kanan dan uppercut kirinya yang nyaris mengenai sasaran membuat Inoue hanya bisa tersenyum. “Saya tahu dia akan mencoba segalanya. Tapi senyum itu adalah cara saya tetap tenang,” ujar Inoue dalam wawancara usai pertandingan.

Ronde kesembilan berlangsung ketat. Dua hook kanan Nakatani yang solid sempat menekan Inoue. Namun momentum berubah drastis di ronde ke-10 setelah kepala kedua petinju bertabrakan. Nakatani mengalami luka robek di antara kedua matanya. Meski pertandingan dilanjutkan dan ia tetap berusaha mendominasi, luka tersebut mulai mengganggu ritmenya.

Inoue tak menyia-nyiakan kesempatan. Pada ronde ke-11, ia melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksa lawannya mundur dan bertahan. Ronde terakhir berlangsung lebih hati-hati, dengan kedua petinju kembali bertukar pukulan meski tak seintensif sebelumnya.

“Nakatani adalah pejuang sejati. Saya harus bekerja ekstra keras malam ini. Tapi ini adalah momen yang saya nantikan—mempertahankan semua sabuk di depan penggemar sendiri,” kata Inoue setelah tangannya diangkat sebagai pemenang.

Bagi Nakatani (28 tahun), kekalahan ini menjadi yang pertama dalam kariernya. Ia kini memiliki rekor 32 menang (24 KO) dan 1 kalah. Meski harus mengakui keunggulan Inoue, peluang untuk bangkit di level tertinggi masih terbuka lebar. “Saya kecewa, tapi ini bukan akhir. Saya akan kembali lebih kuat,” ujar Nakatani.

Dengan kemenangan ini, Inoue mempertahankan status tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya, semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu petinju terhebat Jepang sepanjang masa.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *