⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Indonesia Kecam Israel Tahan Relawan GSF

Oleh | Mei 25, 2026 | 0 komentar | Mei 25, 2026 (diperbarui)

TANGERANG — Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kekerasan dan penahanan yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Insiden yang terjadi pada 19 Mei 2026 saat kapal kemanusiaan tersebut menuju Jalur Gaza, dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menegaskan bahwa aksi menghadang dan menahan para aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan sipil sama sekali tidak memiliki dasar pembenaran. Ia menuntut agar tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan tersebut segera dihentikan secara permanen.

“Ini merupakan pelanggaran hukum internasional karena masyarakat sipil sedang menjalankan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Ini adalah tindakan yang tidak boleh terulang kembali,” ujar Sugiono saat memberikan keterangan pers di Tangerang, Minggu (24/5/2026).

Sugiono menambahkan bahwa misi yang diusung oleh para relawan GSF murni merupakan gerakan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza, dan bukan sebuah tindakan yang melanggar hukum. Oleh karena itu, respon militer dari otoritas Israel dianggap sangat berlebihan dan melanggar konvensi internasional.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Indonesia bergerak cepat melakukan langkah diplomasi preventif. Upaya evakuasi yang dimotori oleh Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di luar negeri berhasil membebaskan dan memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh otoritas Israel.

Menurut Sugiono, keberhasilan pemulangan ini merupakan hasil dari koordinasi taktis dan dukungan kuat dari berbagai negara sahabat yang peduli terhadap isu kemanusiaan di Gaza.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut dalam misi kemanusiaan ini. Keberhasilan (pemulangan) ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah negara sahabat, khususnya Pemerintah Turki,” tambah Menlu Sugiono.

Sembilan WNI peserta pelayaran GSF 2.0 terpantau mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu sore sebagai bagian dari komitmen perlindungan warga negara oleh pemerintah.

Proses pemulangan dilakukan melalui jalur udara beranting. Para relawan diterbangkan dari Istanbul menggunakan maskapai Emirates menuju Dubai pada Sabtu (23/5/2026) pukul 19.35 waktu setempat. Setelah transit, mereka melanjutkan penerbangan dari Dubai pada Minggu (24/5/2026) pukul 04.10 dan resmi tiba di Indonesia pada pukul 15.30 WIB.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *