⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

Hutan Kota Ketapang Rusak, Warga Harap Perbaikan

Oleh | April 25, 2026 | 0 komentar | April 25, 2026 (diperbarui)

KETAPANG – Taman Hutan Kota Teluk Akar Bergantung yang menjadi salah satu paru-paru Kabupaten Ketapang kini kondisinya butuh perhatian serius. Ruang terbuka hijau yang berada di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan ini mulai mengalami kerusakan di beberapa fasilitas vitalnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (24/4/2026), kerusakan paling mencolok terlihat pada akses jalan utama. Jalur masuk berupa gertak (jembatan) kayu tampak berlubang, patah, hingga hancur di sejumlah titik. Kondisi ini tentu sangat rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung yang melintas.

Tak hanya soal jalan, fasilitas umum lainnya juga terbengkalai. Toilet yang ada di kawasan tersebut saat ini tidak bisa digunakan secara maksimal akibat ketiadaan air.

Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa pada hari biasa, kawasan ini memang jarang dijaga dan pengunjung bisa masuk tanpa dipungut biaya. Meski begitu, warga menyayangkan kondisi fasilitas yang makin tak terawat.

“Kami sebenarnya sangat bersyukur Ketapang punya hutan kota seperti ini untuk wisata dan bersantai. Tapi ya itu, harapannya pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jalan dan fasilitas yang rusak biar pengunjung merasa aman,” ujar salah satu warga.

Sebagai informasi, kawasan wisata edukasi dan ekologi ini sudah dibangun sejak tahun 2004 silam dengan luas awal sekitar 106 hektare. Namun, merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 359/LHK/2023 tertanggal 24 Juli 2023, luas area tersebut kini tercatat menjadi 91 hektare.

Masyarakat menaruh harapan besar agar Pemerintah Daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Jika dibiarkan rusak, dikhawatirkan fungsi ekologis serta daya tarik wisata Taman Hutan Kota Teluk Akar Bergantung akan perlahan meredup. (Elfredo)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *