⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Hutan Kota Ketapang Rusak, Warga Harap Perbaikan

Oleh | April 25, 2026 | 0 komentar | April 25, 2026 (diperbarui)

KETAPANG – Taman Hutan Kota Teluk Akar Bergantung yang menjadi salah satu paru-paru Kabupaten Ketapang kini kondisinya butuh perhatian serius. Ruang terbuka hijau yang berada di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan ini mulai mengalami kerusakan di beberapa fasilitas vitalnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (24/4/2026), kerusakan paling mencolok terlihat pada akses jalan utama. Jalur masuk berupa gertak (jembatan) kayu tampak berlubang, patah, hingga hancur di sejumlah titik. Kondisi ini tentu sangat rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung yang melintas.

Tak hanya soal jalan, fasilitas umum lainnya juga terbengkalai. Toilet yang ada di kawasan tersebut saat ini tidak bisa digunakan secara maksimal akibat ketiadaan air.

Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa pada hari biasa, kawasan ini memang jarang dijaga dan pengunjung bisa masuk tanpa dipungut biaya. Meski begitu, warga menyayangkan kondisi fasilitas yang makin tak terawat.

“Kami sebenarnya sangat bersyukur Ketapang punya hutan kota seperti ini untuk wisata dan bersantai. Tapi ya itu, harapannya pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jalan dan fasilitas yang rusak biar pengunjung merasa aman,” ujar salah satu warga.

Sebagai informasi, kawasan wisata edukasi dan ekologi ini sudah dibangun sejak tahun 2004 silam dengan luas awal sekitar 106 hektare. Namun, merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 359/LHK/2023 tertanggal 24 Juli 2023, luas area tersebut kini tercatat menjadi 91 hektare.

Masyarakat menaruh harapan besar agar Pemerintah Daerah segera turun tangan melakukan perbaikan. Jika dibiarkan rusak, dikhawatirkan fungsi ekologis serta daya tarik wisata Taman Hutan Kota Teluk Akar Bergantung akan perlahan meredup. (Elfredo)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *