⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Tim Gabungan Evakuasi

Oleh | April 16, 2026 | 0 komentar | April 16, 2026 (diperbarui)

SEKADAU – Helikopter PT. MATTHEW AIR rute Melawi – Kubu Rayadengan nomor registrasi PK-CFX yang sempat hilang kontak akhirnya ditemukan. Pesawat nahas tersebut terkonfirmasi jatuh di kawasan perbukitan hutan lebat, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Titik jatuh puing helikopter berhasil dipantau tim pencarian sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (16/4). Penemuan ini mengakhiri ketidakpastian setelah armada tersebut dilaporkan hilang komunikasi sejak pagi hari saat sedang melakukan penerbangan dinas.

Upaya penyelamatan tidak berjalan mudah. Lokasi jatuhnya pesawat berada di area perbukitan terjal dengan vegetasi hutan yang sangat rapat. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polres Sekadau, Damkar, hingga relawan lokal harus bekerja ekstra keras untuk menembus akses darat.

“Kami sedang proses evakuasi bang, medannya cukup berat,” ujar salah satu anggota tim di lapangan saat dikonfirmasi singkat mengenai kondisi terkini di titik koordinat.

Berdasarkan data manifes, helikopter tersebut mengangkut total 8 orang, yang terdiri dari
2 Awak pesawat, Pilot dan crew, dan orang 6 Penumpang yang merupakan jajaran manajemen sebuah perusahaan perkebunan.

Hingga saat ini, otoritas terkait belum merilis pernyataan resmi mengenai kondisi para korban di lokasi kejadian. Prioritas utama tim gabungan adalah mencapai titik bangkai pesawat dan segera mengamankan area untuk mempermudah mobilisasi evakuasi.

“Fokus kami saat ini adalah mencapai lokasi secepat mungkin. Proses identifikasi dan kepastian kondisi korban baru bisa dilakukan setelah semua berhasil dievakuasi dari hutan,” tulis keterangan dari pihak berwenang.

Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan maupun jumlah korban jiwa hingga ada keterangan resmi dari KNKT dan pihak kepolisian. Update informasi akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan proses evakuasi di lapangan. (dimaseko)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *