⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
kalbar news update

Hari Bumi 2026: Mahasiswa Pecinta Alam Kalbar Gelar Aksi Damai

Oleh | April 22, 2026 | 0 komentar | April 22, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK— Kawasan Taman Digulis, Pontianak, menjadi saksi bisu aksi solidaritas puluhan mahasiswa pecinta alam se-Kalimantan pada Rabu (22/4). Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, massa menggelar aksi damai untuk menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi lingkungan di tanah Borneo yang kian kritis.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti berbagai praktik perusakan alam yang masif terjadi di Kalimantan. Beberapa poin utama yang menjadi keresahan massa seperti Pembukaan Lahan Masif melalui Ekspansi lahan yang tidak terkendali mengancam habitat asli flora dan fauna, Pertambangan Ilegal Aktivitas tambang tanpa izin yang mengabaikan prosedur reklamasi dan Penebangan Liar & Karhutla yang merupakan Praktik yang memicu kerusakan permanen pada ekosistem hutan tropis.

“Eksploitasi tanpa pemulihan hanya akan menghancurkan keseimbangan ekosistem dan menurunkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan secara permanen,” ujar salah satu orator di tengah kerumunan massa.

Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah tuntutan nyata bagi para pemangku kebijakan. Mahasiswa mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk dapat Menindak Tegas oknum tidak bertanggung jawab di balik perusakan hutan, Memperketat Pengawasan terhadap izin operasional industri berbasis sumber daya alam serta Mengajak Masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi perubahan iklim dari langkah kecil.

Melalui momentum Hari Bumi ini, mahasiswa berharap kesadaran kolektif dapat terbangun demi menjaga paru-paru dunia yang tersisa di Kalimantan. Kelestarian lingkungan bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk generasi mendatang. (Elfredo)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *