⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

Gubernur Kalbar Temui Massa Demo Solmadapar, Suasana Tegang

Oleh | April 27, 2026 | 0 komentar | April 27, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat mendadak riuh pada Senin (27/4/2026). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) serta Forum Organisasi Mahasiswa Daerah (Fomda) Kalbar menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk memberikan “rapor merah” bagi kinerja pemerintah provinsi.

Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap lambatnya pembangunan fasilitas publik dan penanganan isu-isu krusial di daerah. Salah satu poin utama yang disuarakan adalah tuntutan keadilan atas insiden di Air Upas. Massa mendesak pemerintah bersikap tegas karena menganggap aksi pembakaran rumah warga dalam peristiwa tersebut bukan kriminalitas biasa, melainkan tindakan terorisme.

Situasi di lapangan sempat memanas saat massa mendapati Gubernur tidak segera keluar menemui mereka. Emosi demonstran yang meluap memicu beberapa aksi simbolis di depan barikade petugas, Massa Aksi sempat melakukan pembakaran Spanduk Sebagai bentuk protes, Massa sempat mencoba merangsek masuk dan menembus pengawalan ketat aparat keamanan.

Situasi kembali menegang ketika Petugas Keamanan melakukan Penyitaan Ban Bekas dalam rangka menghalau upaya massa yang mencoba memasukkan ban bekas ke dalam area kantor guna menghindari aksi bakar-bakaran yang lebih luas.

Ketegangan perlahan mereda setelah Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Wakil Gubernur, akhirnya bersedia turun langsung menemui para demonstran di tengah cuaca yang terik. Ria Norsan menanggapi langsung poin-poin tuntutan mahasiswa, terutama soal konflik di Air Upas dan masalah infrastruktur.

“Kami melihat peristiwa di Air Upas diduga kuat karena adanya ketimpangan sosial di sana. Saat ini, proses hukum sepenuhnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian untuk diselesaikan secara tuntas,” jelas Ria Norsan di hadapan massa.

Mengenai kritik terhadap infrastruktur, ia mengklaim bahwa pemerintah provinsi terus mengebut perbaikan di berbagai lini. Ria menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, progres pembangunan tahun ini justru menunjukkan tren yang jauh lebih positif.

Setelah berdialog dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang sore hari. Meski begitu, para aktivis mahasiswa ini berjanji akan tetap menjadi “anjing penjaga” yang mengawal setiap janji dan kebijakan pemerintah daerah ke depan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *