⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
kalbar news update

Gas LPG 12 Kg Tembus Rp245 Ribu di Pontianak

Oleh | April 20, 2026 | 0 komentar | April 20, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Kenaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) non-subsidi mulai dirasakan di sejumlah pangkalan di Kota Pontianak, menyusul penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan di lapangan, salah satunya di Pangkalan LPG 3 Kg “Djie Fab Jung” di Jalan Putri Dara Hitam, menunjukkan adanya lonjakan harga pada tabung LPG ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram.

Pemilik pangkalan, Koko, mengungkapkan harga LPG 12 kilogram kini naik menjadi Rp245 ribu dari sebelumnya Rp210 ribu.

Sementara LPG 5,5 kilogram naik dari Rp100 ribu menjadi Rp120 ribu.

“Kalau pembeli yang ambil langsung dari agen, selisih harga bisa sekitar Rp5.000, tergantung sumbernya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, harga di tingkat pengecer atau warung berpotensi lebih tinggi dibandingkan harga di pangkalan.

“Kemungkinan di warung bisa lebih mahal lagi. Kenaikan ini juga berbarengan dengan naiknya harga BBM,” katanya.

Koko mengaku khawatir kenaikan harga LPG non-subsidi, khususnya ukuran 12 kilogram, dapat mendorong masyarakat beralih ke LPG subsidi 3 kilogram.

“Kalau harga terus naik, dikhawatirkan konsumen beralih ke gas 3 kg. Ini bisa berdampak pada distribusi LPG subsidi,” jelasnya.

Menurutnya, lonjakan harga juga mulai berdampak pada penjualan. Minat beli masyarakat cenderung menurun.

“Harga tidak naik saja sudah sulit jual, apalagi sekarang naik. Hari ini saja belum ada pembeli,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan LPG di pangkalannya masih aman untuk seluruh jenis tabung.

“Stok masih cukup, baik yang pink maupun yang melon,” pungkasnya. (Fahrezi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *