⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

Demo BEM Polnep Ricuh, Mahasiswa Desak Direktur Mundur

Oleh | April 8, 2026 | 0 komentar | April 9, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Direktorat pada Rabu (8/4) siang. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut sempat memanas hingga terjadi kericuhan antara massa dan pihak birokrasi kampus.

Massa mulai berkumpul di Taman Digulis sekira pukul 13.51 WIB sebelum akhirnya bergeser ke area kampus. Di bawah pimpinan Presiden Mahasiswa Polnep, Muhammad Iqbal, massa membawa sejumlah spanduk bernada protes, di antaranya bertuliskan “#TITIK AKSI GEDUNG INI DISITA” dan “Menolak Segala Bentuk Pelanggaran Etik”.

Dalam orasinya, Iqbal menyampaikan bahwa aksi ini dipicu oleh keresahan mendalam mahasiswa terhadap dua isu utama: bobroknya fasilitas kampus dan dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan unsur pimpinan universitas.

“Fasilitas dasar seperti air di WC tidak tersedia, genteng bocor yang mengganggu kuliah, hingga pembungkaman aspirasi. Kami juga menuntut transparansi atas isu perselingkuhan yang mencoreng citra kampus,” tegas Iqbal di hadapan massa.

Tanggapan Direktur dan Ketegangan di Lapangan

Direktur Polnep, Dr. Ir. H. Widodo PS, sempat menemui massa pada pukul 14.08 WIB. Terkait keluhan fasilitas, Widodo menyarankan agar mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui surat resmi atau audiensi di ruangannya.

Namun, suasana mulai tegang saat menyinggung isu rumah tangga dan dugaan skandal yang viral. Widodo menegaskan bahwa tudingan tersebut bisa mengarah pada pencemaran nama baik.

“Masalah kualitas fasilitas akan saya penuhi. Untuk urusan rumah tangga, ini sudah masuk ranah pencemaran nama baik. Saya bisa saja lapor polisi, tapi itu sama saja melaporkan anak sendiri,” ujar Widodo di depan mahasiswa.

Ketidakpuasan atas jawaban tersebut memicu eskalasi massa yang bertambah hingga 130 orang pada sore hari. Puncaknya, sekira pukul 15.33 WIB, terjadi kericuhan kecil hingga upaya mahasiswa menerobos masuk ke dalam Gedung Direktorat.

Lima Tuntutan Utama

Hingga aksi berakhir pada pukul 16.35 WIB, BEM Polnep tetap teguh pada lima tuntutan mereka, yakni:
1. Tindak lanjut atas dugaan kasus etik yang beredar.
​2. Respons resmi dari pihak kampus atau Senat.
​3. Transparansi penanganan kasus oleh pihak berwenang.
​4. Pencopotan jabatan Direktur Polnep.
​5. Perbaikan fasilitas prasarana kampus yang tidak layak.

Meski sempat terjadi aksi dorong, situasi berangsur kondusif setelah massa membubarkan diri dengan pengawalan ketat. Mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi secara konkret oleh pihak kampus maupun aparat berwenang. (Fariz)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *