Demo BEM Polnep Ricuh, Mahasiswa Desak Direktur Mundur
PONTIANAK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Direktorat pada Rabu (8/4) siang. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut sempat memanas hingga terjadi kericuhan antara massa dan pihak birokrasi kampus.
Massa mulai berkumpul di Taman Digulis sekira pukul 13.51 WIB sebelum akhirnya bergeser ke area kampus. Di bawah pimpinan Presiden Mahasiswa Polnep, Muhammad Iqbal, massa membawa sejumlah spanduk bernada protes, di antaranya bertuliskan “#TITIK AKSI GEDUNG INI DISITA” dan “Menolak Segala Bentuk Pelanggaran Etik”.
Dalam orasinya, Iqbal menyampaikan bahwa aksi ini dipicu oleh keresahan mendalam mahasiswa terhadap dua isu utama: bobroknya fasilitas kampus dan dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan unsur pimpinan universitas.
“Fasilitas dasar seperti air di WC tidak tersedia, genteng bocor yang mengganggu kuliah, hingga pembungkaman aspirasi. Kami juga menuntut transparansi atas isu perselingkuhan yang mencoreng citra kampus,” tegas Iqbal di hadapan massa.
Tanggapan Direktur dan Ketegangan di Lapangan
Direktur Polnep, Dr. Ir. H. Widodo PS, sempat menemui massa pada pukul 14.08 WIB. Terkait keluhan fasilitas, Widodo menyarankan agar mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui surat resmi atau audiensi di ruangannya.
Namun, suasana mulai tegang saat menyinggung isu rumah tangga dan dugaan skandal yang viral. Widodo menegaskan bahwa tudingan tersebut bisa mengarah pada pencemaran nama baik.
“Masalah kualitas fasilitas akan saya penuhi. Untuk urusan rumah tangga, ini sudah masuk ranah pencemaran nama baik. Saya bisa saja lapor polisi, tapi itu sama saja melaporkan anak sendiri,” ujar Widodo di depan mahasiswa.
Ketidakpuasan atas jawaban tersebut memicu eskalasi massa yang bertambah hingga 130 orang pada sore hari. Puncaknya, sekira pukul 15.33 WIB, terjadi kericuhan kecil hingga upaya mahasiswa menerobos masuk ke dalam Gedung Direktorat.
Lima Tuntutan Utama
Hingga aksi berakhir pada pukul 16.35 WIB, BEM Polnep tetap teguh pada lima tuntutan mereka, yakni:
1. Tindak lanjut atas dugaan kasus etik yang beredar.
2. Respons resmi dari pihak kampus atau Senat.
3. Transparansi penanganan kasus oleh pihak berwenang.
4. Pencopotan jabatan Direktur Polnep.
5. Perbaikan fasilitas prasarana kampus yang tidak layak.
Meski sempat terjadi aksi dorong, situasi berangsur kondusif setelah massa membubarkan diri dengan pengawalan ketat. Mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi secara konkret oleh pihak kampus maupun aparat berwenang. (Fariz)
Berita Terkait
KALBAR
Karhutla Kembali Melanda Paloh, Tiga Hektare Lahan Terbakar
SAMBAS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat,...
KALBAR
Lansia di Landak Hilang Saat Pasang Pukat di Sungai
LANDAK – Seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Aju (70), warga Dusun Nahaya, Desa Amboyo Selatan,...
KALBAR
Damkar Sekadau Evakuasi Ular Kobra dari Rumah Warga
SEKADAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau mengevakuasi seekor ular kobra yang masuk...
KALBAR
Menteri PU Tinjau Progres Sekolah Rakyat di Singkawang
SINGKAWANG – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.PE., melakukan kunjungan kerja ke...