Cinta Ditolak, Pria di Jeneponto Perkosa dan Bunuh Tante
JENEPONTO – Misteri kasus pembunuhan sadis seorang wanita berinisial BDN (50) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya terang benderang. Pihak kepolisian berhasil mengungkap motif di balik aksi keji yang dilakukan oleh keponakan korban sendiri, seorang pria berinisial WB (30).
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran memendam asmara yang berujung penolakan. WB diketahui sempat jatuh cinta kepada tantenya yang berstatus janda tersebut, namun perasaan cintanya sepihak.
“Motifnya itu dia suka korban. Jadi itu memang kebetulan korban statusnya janda dan pelaku WB dia juga bujang, akhirnya suka tetapi korban tidak mau,” ujar Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Sakit hati karena cintanya ditolak membuat WB gelap mata. Dalam kondisi frustrasi dan kehabisan akal untuk memikat hati korban, pelaku kemudian mengonsumsi minuman keras (miras) untuk mengumpulkan keberanian sebelum menyusup ke kediaman korban.
“Jadi dia berusaha bagaimana caranya bisa dapatkan korban dan dia pergi minum (miras). Habis minum masuk itu rumah (korban) lewat pintu belakang,” kata Nurman melanjutkan.
Aksi penyusupan tersebut rupanya sempat disadari oleh korban. Mendengar suara mencurigakan dari arah belakang rumah, BDN bergegas melakukan pengecekan. Namun, pelaku yang sudah di bawah pengaruh alkohol langsung menyergap korban.
“Korban ini dengar ada yang masuk ke rumah dan dia berusaha untuk melihat. Setelah dia berusaha cek ternyata betul, di situ langsung dipeluk dan dibawa pelaku masuk ke kamar korban,” jelas Nurman.
Di dalam kamar, pelaku langsung mencoba melancarkan aksi bejatnya. Korban sempat melakukan perlawanan sengit untuk menyelamatkan diri. Merasa terdesak oleh perlawanan korban, WB kemudian mengambil selembar kain sarung yang berada di dekatnya untuk menyumbat mulut wanita paruh baya tersebut.
Tindakan itu membuat korban fatal hingga kehabisan napas dan meregang nyawa. Ironisnya, meski korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, pelaku tetap melanjutkan aksi pemerkosaan tersebut.
“Korban meronta-ronta melakukan perlawanan, hingga akhirnya pelaku ini mengambil kain berupa sarung yang ada di situ untuk menyumbat mulutnya. Akibatnya korban tidak bisa bernafas dan di situ meninggal kemudian dia perkosa lagi,” pungkas Nurman.
Kasus mengerikan ini pertama kali mencuat setelah jasad BDN ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya pada 4 Februari 2025 lalu. Sejak penemuan jasad tersebut, polisi terus bergerak melakukan pendalaman.
Setelah sempat buron selama 16 bulan, pelarian WB akhirnya kandas. Pelaku berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (5/6/2026). Penangkapan ini berhasil dilakukan berkat kerja sama tim Resmob Polda Sulsel dan Jatanras Polresta Palu.
“Setelah itu kami melakukan penyelidikan, mencari informasi dan mengarah kepada satu orang yang kemudian kami curigai,” ungkap Kanit Resmob Pegasus Polres Jeneponto, Aiptu Abdul Rasyad, Sabtu (6/6/2026).
Saat ini, pelaku WB telah diamankan di Mapolres Jeneponto untuk menjalani proses hukum lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.
Berita Terkait
Business News
Bapanas Jaga Stok Pangan Saat Rupiah Melemah
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan nasional tetap menjadi...
Nasional
Prabowo Lantik Kepala BGN, Fokus Efisiensi
JAKARTA – Langkah taktis langsung diambil oleh jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) sesaat setelah...
Kriminal
Pembunuhan Tukang Cilok Cikupa: Ayah-Anak Ditangkap
TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang bergerak cepat mengungkap teka-teki penemuan mayat bersimbah darah di...
Nasional
Polytron Indonesia Open 2026: Sukses Jadi Tuan Rumah, Tunggu Juara
Jakarta – Atmosfer Istora Gelora Bung Karno kembali membara. Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung 2-7...