⚡ Breaking
Bapanas Jaga Stok Pangan Saat Rupiah Melemah BGN Kalbar Ajak Mahasiswa Kelola Lahan untuk MBG Aksi Damai Sungai Laur Tuntut Solusi Kelangkaan BBM Williams Sabet MVP FIBA 3×3 2026 Cinta Ditolak, Pria di Jeneponto Perkosa dan Bunuh Tante Pembunuhan Tukang Cilok Cikupa: Ayah-Anak Ditangkap Pemerintah Tinjau Usulan Pembangunan Sekolah Rakyat di Sambas Sekolah Rakyat Singkawang Ditarget Rampung 20 Juni
Business News

Bapanas Jaga Stok Pangan Saat Rupiah Melemah

Oleh | Juni 9, 2026 | 0 komentar | Juni 9, 2026 (diperbarui)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan nasional tetap menjadi prioritas di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas pangan di dalam negeri.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan ekonomi dan pasar guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia serta harga tetap terkendali bagi masyarakat.

“Pemerintah terus melakukan monitoring terhadap berbagai kondisi yang dapat memengaruhi sektor pangan. Target utama kami adalah menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau,” ujar Andriko di sela Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin.

Menurutnya, stabilisasi pangan tidak hanya berfokus pada konsumen, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan produsen. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan agar harga komoditas tetap memberikan keuntungan yang layak bagi petani dan pelaku usaha, sekaligus tidak membebani masyarakat.

Andriko menjelaskan, stabilitas yang dimaksud mencakup ketersediaan pasokan di pasar serta harga yang berada pada tingkat wajar. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari langkah pengawasan, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis. Salah satunya adalah harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang saat ini menjadi perhatian pemerintah guna memastikan harga yang diterima petani tetap menguntungkan.

Selain itu, pemerintah membuka peluang untuk mengevaluasi kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sesuai dengan perkembangan kondisi pasar. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dinamika ekonomi yang dapat memengaruhi sektor pangan nasional.

Bapanas menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankan bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau.

“Pemerintah akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat sebagai dasar dalam mengambil langkah-langkah stabilisasi pangan,” kata Andriko.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan nasional dapat tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan pelemahan nilai tukar rupiah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *