⚡ Breaking
Demo Kalbar: Cipayung Plus Tuntut Hak Buruh & Pendidikan Massa Demo Pemprov Kalbar Kecewa Gubernur Absen ​Pesona Festival Mattompang Pontianak Rawat Budaya Bugis ​Siswi SD Korban Oknum TNI di Kendari Trauma Berat Sinner Mencatat Rekor: 5 Gelar Masters Beruntun Polda Metro Bongkar Lab Narkoba Liquid Vape di Tamansari Prabowo Fokus Buruh, MPR Dorong Peningkatan Skill AI Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kapal BBM Kayong Utara
kalbar news update

Buruh KSBSI Geruduk Disnakertrans Kalbar, Tuntut Hak Pekerja

Oleh | April 13, 2026 | 0 komentar | April 14, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Puluhan massa dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat pada Senin (13/4). Aksi ini dilakukan guna mendesak penyelesaian konflik industrial dan pemenuhan hak karyawan yang dinilai masih terabaikan.

Dalam pernyataannya, massa meminta pemerintah segera mengintervensi sengketa antara pekerja dan perusahaan yang hingga kini belum menemui titik terang.

Mediator pihak buruh, Hasyim Suryadi, menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah dalam menegakkan undang-undang ketenagakerjaan. Menurutnya, ada kesan bahwa pihak perusahaan seolah “kebal hukum” sehingga berani mengabaikan hak dasar para pekerjanya.

“Kami meminta pemerintah bertindak tegas. Jangan sampai perusahaan merasa kebal hukum sementara hak-hak dasar buruh terus dikorbankan,” ujar Hasyim di sela aksi.

Perwakilan buruh akhirnya diterima untuk beraudiensi di ruang rapat Disnakertrans. Pertemuan berlangsung alot saat buruh memaparkan bukti-bukti pelanggaran di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnakertrans Kalbar, Ahmad Priyono, memastikan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami berkomitmen memproses setiap pelanggaran secara transparan sesuai prosedur agar ada solusi konkret bagi kedua belah pihak,” jelas Ahmad.

Pihak Disnakertrans juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat guna menciptakan iklim kerja yang adil. Usai aspirasi diterima, massa buruh membubarkan diri dengan tertib di bawah pengamanan petugas. (Fariz)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *