Aliansi Cipayung Plus Gelar Aksi May Day di Digulis
PONTIANAK – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kota Pontianak menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Digulis, Jumat (1/5/2026) sore. Dalam aksinya, massa menyuarakan kritik tajam terkait kesejahteraan buruh dan ketidakadilan akses pendidikan.
Massa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PMKRI St. Thomas More, dan PMII Pontianak ini mulai memadati area Bundaran Digulis sekitar pukul 15.40 WIB. Dengan membawa berbagai atribut seperti bendera organisasi, spanduk, dan poster bernada protes, mereka melakukan orasi secara bergantian di tengah pengawasan aparat keamanan.
Salah satu orator dalam aksinya menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib kaum buruh yang hingga kini dianggap masih jauh dari kata sejahtera.
“Kami turun ke jalan bukan demi kepentingan pribadi, melainkan untuk menyuarakan isi hati para buruh yang selama ini merasa belum benar-benar diperhatikan. Faktanya, masih banyak kaum buruh yang hidup jauh dari kata sejahtera; biaya hidup terus meningkat, sementara penghasilan sering kali tidak sebanding,” ujar salah satu koordinator aksi dalam orasinya.
Selain isu kesejahteraan umum, massa juga menyoroti kondisi memprihatinkan yang diduga dialami oleh buruh di wilayah Kabupaten Ketapang. Mereka menyebut adanya perlakuan tidak layak terkait akses sanitasi yang berdampak buruk pada kesehatan para pekerja di sana.
“Pemerintah tidak boleh menutup mata. Kita harus ingat, banyak dari kita lahir dari keluarga buruh dan petani. Kami hadir di sini untuk mempertanyakan di mana peran negara yang katanya ingin menyejahterakan rakyatnya,” tambah orator tersebut.
Aksi yang berlangsung di titik sentral mobilitas Kota Pontianak ini sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, mengingat waktu aksi bertepatan dengan jam pulang kantor. Namun, koordinasi yang baik antara massa dan petugas di lapangan memastikan situasi tetap terkendali.
Mahasiswa mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan dan aspirasi mereka tidak segera direspons oleh pemerintah provinsi maupun pihak terkait.
Berita Terkait
KALBAR
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara
LANDAK – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Landak menggelar serangkaian kegiatan...
KALBAR
Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000
PONTIANAK – Sekitar 25 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)...
KALBAR
Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai
PUTUSSIBAU – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar...
KALBAR
Polres Sambas Identifikasi Mayat di Sungai Seburing
Sambas – Kepolisian Resor Sambas melalui Unit Inafis Satreskrim Polres Sambas bersama Polsek Semparuk berhasil mengidentifikasi...