⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Warga Sekadau Keluhkan Air Hitam dan Gatal-Gatal

Oleh | September 3, 2026 | 0 komentar | September 3, 2026 (diperbarui)

SEKADAU — Warga Dusun Nanga Gonis, Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, mengeluhkan gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit yang diduga akibat penggunaan air sungai yang mengalami perubahan warna dan tercemar.
Sari Santika (13), seorang pelajar kelas II SMP setempat, mengaku telah mengalami gatal-gatal di bagian tubuh dan tangannya selama sekitar tiga bulan terakhir, atau sejak perayaan Idul adha.

“Sudah lama, sejak habis Lebaran Haji kena gatal-gatal akibat mandi di sungai,” ujar Sari saat ditemui, Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan, rasa gatal tersebut belum reda hingga kini dan bahkan menyebabkan kulit di sejumlah bagian tubuhnya mengalami pengelupasan.

Ibu Sari, Sadiah (44), mengatakan pihak keluarga telah berupaya membawa anaknya berobat ke tenaga kesehatan mandiri. Namun, keluhan kesehatan tersebut tak kunjung sembuh karena anaknya masih terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi sehari-hari.

“Sudah kita bawa ke mantri, katanya kena gatal, tidak boleh makan telur dan mi. Tapi masih juga gatal-gatal,” ungkap Sadiah.
Di tengah keresahan ini, warga mengaku berada dalam dilema. Di satu sisi mereka mengeluhkan kondisi fisik anak mereka, sementara di sisi lain keluarga belum memiliki alternatif sumber air bersih lain untuk memenuhi kebutuhan harian. Sadiah berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan perhatian dan solusi nyata.

Pemkab Belum Terima Laporan Resmi

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes PP & KB) Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, menyatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait gangguan kesehatan warga Nanga Gonis.

“Belum ada laporan dari wilayah setempat. Kami lihat kasus yang ada di Puskesmas Simpang Empat belum ada peningkatan. Nanti saya cek ke Kapusnya sebagai Pj wilayahnya,” ujar Henry saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, masyarakat Nanga Gonis memang diresahkan oleh kondisi lingkungan sekitar aliran Sungai Nanga Gonis yang mengalir hingga ke Sungai Kapuas. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (1/9/2026), air sungai tampak berwarna hitam pekat, disertai temuan sejumlah ikan mati dan membusuk di beberapa titik.

Warga juga mendapati adanya instalasi pipa di bagian hulu sungai yang diduga mengarah langsung ke aliran air dan berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah pabrik kelapa sawit di sekitar lokasi.

Kendati demikian, hubungan langsung antara gangguan kesehatan yang dialami warga dengan dugaan pencemaran air sungai masih memerlukan pembuktian ilmiah. Hal tersebut harus melalui pemeriksaan medis lanjutan, uji laboratorium kualitas air, serta investigasi mendalam oleh instansi berwenang guna memastikan penyebab pasti permasalahan lingkungan ini.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *