⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Ritual Adat Bapinta Ka’ Jubata Digelar di Landak

Oleh | September 5, 2026 | 0 komentar | September 5, 2026 (diperbarui)

NGABANG — Pemerintah Kabupaten Landak bersama Dewan Adat Dayak (DAD) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan ritual adat Bapinta Ka’ Jubata di Tugu Batu Pakat Binua Pantu Seratus, Terminal Ngabang, Kabupaten Landak.

Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar budaya untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Satgas Sosialisasi Pencegahan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M., M.H.I., bersama jajaran perwira menengah TNI, Kepala Dinas Budporapar Kabupaten Landak dr. Pius Edwin Wiwin, Kepala Dinas Perhubungan Silvanus Sudiyanto, S.Sos., Camat Ngabang Brian Paskalis Dilen, S.Pd., Plt. Kapolsek Ngabang IPTU Rinto, S.Sos., S.H., serta Sekretaris DAD Kabupaten Landak Marsianus, S.IP., M.Si., bersama para tokoh adat dan pimpinan ormas setempat.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Achmad Fauzi menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektoral yang terjalin dalam upaya penanggulangan karhutla di wilayah Landak. Ia juga memaparkan adanya perkembangan positif terkait kondisi kualitas udara dan titik api di lapangan.

“Berdasarkan pemantauan, kualitas udara yang sebelumnya tercatat di angka 743 kini turun menjadi 190, atau mengalami perbaikan sekitar 74,4 persen. Begitu pula dengan titik api yang sebelumnya terdeteksi sebanyak 271 titik, kini menurun drastis menjadi 3 titik saja,” ujar Brigjen TNI Achmad Fauzi di hadapan masyarakat dan tamu undangan.

Sementara itu, Sekretaris DAD Kabupaten Landak, Marsianus, menegaskan bahwa ritual adat Bapinta Hujan merupakan wujud kearifan lokal masyarakat Dayak dalam merespons kondisi alam. Ia mengingatkan agar kegiatan sakral ini dipahami sebagai bentuk doa dan ekspresi budaya, serta momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ritual yang dipimpin langsung oleh Panyangahat’n Adat, Pak Juang Pangaraga, tersebut berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar. Berdasarkan laporan pihak kepolisian setempat, situasi secara keseluruhan terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *