⚡ Breaking
Crutchlow Gantikan Zarco yang Cedera Gawe Dayak Naik Dango XXVI Singkawang Resmi Dibuka Menteri PU Tinjau Progres Sekolah Rakyat di Singkawang Polres Ketapang Buru Pengedar Sabu, Libatkan Oknum Polisi Wamenaker Dorong Kesiapan Kerja Inklusif Anak Muda Triple-Double Thibodeaux Bawa Hornbills ke Gim Ketiga Viral! Sopir Taksol Rusak Mobil di Tol JORR Pondok Pinang Pemkab Kubu Raya Kurban 23 Sapi Tanpa Dana APBD
Nasional

Prabowo Wajibkan Sekolah Pelajari Bahasa Prancis

Oleh | Mei 29, 2026 | 0 komentar | Mei 29, 2026 (diperbarui)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas dan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika global yang kian kompetitif.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis. Prabowo menilai, penguasaan bahasa internasional di luar bahasa Inggris menjadi krusial melihat arah perkembangan dunia ke depan.

“Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Presiden Prabowo yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis saat ini sedang berada dalam masa keemasan, terutama di sektor sains, teknologi, dan pertahanan. Oleh sebab itu, akselerasi di bidang pendidikan melalui penguasaan bahasa dinilai menjadi jembatan yang tepat untuk mempererat kemitraan strategis tersebut.

Selain membahas kurikulum pendidikan, dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut kedua kepala negara juga sepakat mengenai pentingnya menjaga stabilitas dunia di tengah ketidakpastian global yang meningkat. Prabowo menekankan bahwa di era modern yang saling terhubung ini, konflik dan perang sama sekali tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak manapun.

“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron,” tambah Prabowo.

Kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Paris pekan ini merupakan pemenuhan undangan langsung dari Presiden Macron yang sempat tertunda. Selain sektor pendidikan dan riset, agenda diplomasi kali ini juga fokus membahas percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (I-EU CEPA), serta pengembangan energi bersih.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *