⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Polda Kalbar Serap Aspirasi Aliansi Driver Ojol

Oleh | September 24, 2026 | 0 komentar | September 24, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK— Kepolisian daerah Kalimantan Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama pengurus dan anggota Aliansi Driver Ojol Bersatu Kalbar di Kopikoe Serdam, Pontianak.

Pertemuan ini menjadi wadah dialog terbuka untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi para pengemudi ojek online di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Intelkam Polda Kalbar, Kombes Pol Munizar, S.I.K., M.H., Hadir pula Ketua Aliansi Driver Ojol Bersatu Kalbar, Sdr. Ridwan, bersama sekitar 20 perwakilan driver dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sesi diskusi, para pengemudi menyampaikan sejumlah permasalahan krusial yang mereka hadapi di lapangan. Salah satu isu utama yang diangkat adalah implementasi potongan aplikator yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait pemotongan maksimal 8 persen.

Selain itu, para driver juga mengeluhkan maraknya gangguan orderan fiktif serta mekanisme penanganan komplain dari pihak aplikator pusat yang dinilai kerap langsung menyalahkan pengemudi tanpa melihat dinamika faktual di lapangan.

Aliansi driver ojol juga menyuarakan kebutuhan mendesak akan adanya kantor perwakilan resmi Shopee di Kalimantan Barat. Kehadiran kantor perwakilan tersebut dinilai penting sebagai wadah koordinasi dan tempat pengaduan resmi apabila pengemudi menghadapi insiden di lapangan, seperti kecelakaan lalu lintas maupun tindakan penipuan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kombes Pol Munizar menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan terkait nomor-nomor yang diduga terlibat dalam orderan fiktif untuk dilakukan profiling mendalam. Ia juga mengimbau para pengemudi agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menghadapi kejadian serupa di kemudian hari, serta mendokumentasikan setiap kendala konsumen menggunakan aplikasi penanda waktu sebagai bukti otentik saat melapor ke pusat.

Munizar menegaskan bahwa ruang silaturahmi ini sengaja disiapkan oleh Polda Kalbar untuk merawat komunikasi yang konstruktif dan mencari solusi atas berbagai dinamika yang dihadapi para pekerja transportasi daring di Kalbar.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta saluran komunikasi dua arah yang efektif antara aparat keamanan dan komunitas pengemudi ojek online, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara persuasif dan kondusivitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Barat tetap terjaga.

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *