⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
KALBAR

Penutupan PGD ke-40 Kalbar Berlangsung Meriah

Oleh | Mei 25, 2026 | 0 komentar | Mei 25, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Penutupan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Barat berlangsung meriah di Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir, Kota Pontianak, Minggu 24 Mei 2026 malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut dipadati masyarakat, tokoh adat, peserta kegiatan hingga pengunjung umum yang antusias menyaksikan rangkaian acara penutupan.

Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda, tokoh adat Dayak, tokoh masyarakat, hingga perwakilan DPRD dan DPD RI Dapil Kalbar.

Gubernur Kalimantan Barat diwakili Asisten I Setda Provinsi Kalbar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PGD ke-40 yang berjalan meriah dan tertib.

“Pekan Gawai Dayak tahun ini memasuki usia ke-40 yang menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjaga seni budaya adat yang luar biasa dan tetap hidup,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Kalimantan Barat.

Selain itu, disampaikan pula apresiasi kepada panitia, sponsor, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PGD hingga berjalan aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar juga menitipkan bantuan dana pribadi tambahan sebesar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan budaya Dayak.

Ketua Panitia PGD ke-40 menyampaikan bahwa Gawai Dayak merupakan tradisi turun-temurun masyarakat adat Dayak yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

“Budaya Dayak jangan sampai tenggelam oleh perkembangan zaman. Kita harus tetap menjaga warisan budaya ini untuk generasi muda dan anak cucu kita,” katanya.

Sementara Ketua Sekberkesda Provinsi Kalbar turut meminta maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan maupun hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat.

Rangkaian acara penutupan turut diisi dengan pengumuman juara umum, penobatan Bujang Dara Gawai 2026, penampilan seni budaya, hiburan musik, hingga pertunjukan adat Bedondoi dari Kabupaten Ketapang.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di area Rumah Radakng dan sekitarnya terpantau aman, tertib dan kondusif.

Petugas keamanan bersama pengatur lalu lintas juga melakukan pengawasan serta pengaturan arus kendaraan guna mengantisipasi kepadatan pengunjung dan parkir kendaraan di sekitar lokasi.

Kegiatan penutupan Pekan Gawai Dayak ke-40 Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 00.00 WIB tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *