⚡ Breaking
Polisi Cek Jalan Longsor di Angan Tembawang Landak Menlu Sugiono Desak Percepatan TAC di KTT ASEAN 2026 Penemuan Mayat Pria di Rumah Kosong Gegerkan Warga Pontianak Barat PSG Lolos Final Lagi! Agregat 6-5 Sertifikasi Kompetensi Perkuat Lulusan Magang Nasional PLN Sanggau Perkuat Keandalan Listrik Lewat Pemeliharaan Gabungan Kasus Saling Lapor di Ketapang, Polisi Tetapkan Tersangka Pria di Singkawang Diduga Bunuh Diri akibat Terlilit Utang Pinjol
KALBAR

Penemuan Mayat Pria di Rumah Kosong Gegerkan Warga Pontianak Barat

Oleh | Mei 8, 2026 | 0 komentar | Mei 8, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK — Warga Gang Putri Arung, Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah rumah kosong, Kamis 7 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban diketahui bernama Riduan alias Dede (48), warga Komplek PHK, Gang Tanjung Merdeka, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Penemuan mayat bermula saat saksi Suif Rizal yang sedang bekerja mencium bau tidak sedap dari rumah nomor 54 yang berada di samping tempatnya bekerja. Karena curiga, saksi kemudian mencari sumber bau tersebut.

Saat membuka jendela rumah yang dalam keadaan terkunci, bau menyengat semakin kuat tercium. Saksi kemudian mendobrak pintu rumah dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di kamar pertama dengan posisi telentang dan mengenakan celana pendek warna putih.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak keluarga dan Polsek Pontianak Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui jarang pulang ke rumah dan diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya. Keluarga terakhir kali bertemu korban sekitar satu minggu lalu.

Sementara itu, warga sekitar menyebut rumah tempat ditemukannya korban memang dalam keadaan kosong dan terkunci. Korban diduga masuk melalui jendela. Warga juga mengaku korban terkadang terlihat mabuk, namun tidak pernah meresahkan lingkungan.

Hasil pemeriksaan forensik RS Anton Soedjarwo menyatakan korban telah mengalami pembusukan di seluruh tubuh dan diperkirakan meninggal dunia sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan. Tim forensik juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah dievakuasi ke RS Anton Soedjarwo menggunakan ambulans Yayasan Tanwirul Qulub. 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *