Menlu Sugiono Desak Percepatan TAC di KTT ASEAN 2026
CEBU, FILIPINA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan pentingnya penguatan kohesi internal dan percepatan aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang berlangsung di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Di tengah dinamika geopolitik global yang kian bergejolak, Indonesia memandang ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas yang tepercaya. Sugiono menegaskan bahwa minat negara-negara luar untuk bergabung dalam TAC merupakan bukti nyata dari besarnya kepercayaan internasional terhadap organisasi kawasan ini.
“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aksesi ke TAC. Kita harus mempercepat prosesnya karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resminya.
Menurut Sugiono, TAC bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan instrumen vital untuk memperkuat kerja sama konkret dengan negara-negara mitra dalam berbagai bidang kepentingan bersama. Pendekatan inklusif tetap menjadi strategi kunci ASEAN untuk mendorong keterlibatan eksternal yang lebih konstruktif.
Terkait arah masa depan organisasi, Menlu Sugiono juga menyoroti perlunya tinjauan berwawasan terhadap moratorium mitra dialog. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia secara tegas kembali menyatakan dukungannya kepada Turki untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN.
Tahun 2026 menjadi momentum spesial bagi kawasan karena menandai 50 tahun berdirinya TAC. Selama lima dekade, perjanjian ini telah menjadi fondasi perdamaian dan kerja sama regional di Asia Tenggara.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 57 negara telah menandatangani TAC, termasuk Aljazair dan Uruguay yang bergabung pada tahun 2025 lalu.
Pertemuan di Cebu ini merupakan bagian dari rangkaian menjelang KTT ke-48 ASEAN yang mengusung tema “Navigating Our Future, Together”. Selain pertemuan para Menlu (AMM), sesi Kamis ini juga mencakup Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC) guna mematangkan agenda strategis yang akan dibahas oleh para kepala negara pada Jumat (8/5).
Berita Terkait
KALBAR
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pelayanan di SPBU Apung Kapuas Hulu
Kapuas Hulu, 27 September 2026* – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan perkuat pelayanan dan pengawasan...
KALBAR
PWI Kalbar Dorong LPM Warta IAIN Pontianak Perkuat Pers Kampus
PONTIANAK — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat mendorong Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak...
KALBAR
Sah! Taufik Terpilih Aklamasi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026-2029
SINTANG – Taufik Hidayat, terpilih aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang masa bakti...
kalbar news update
Aksi Nyata Kepedulian Kesehatan, BEM Politeknik Aisyiyah Pontianak Gandeng Polresta Pontianak Bagikan Masker Gratis di Simpang 4 A. Yani
PONTIANAK — Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di tengah mobilitas perkotaan yang tinggi, Badan...