Musim Kering Ekstrem, Keuskupan Pontianak Serukan Doa Bersama
PONTIANAK — Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, mengeluarkan surat edaran resmi bernomor 297/SKR.KAP/VIII/2026 yang menanggapi situasi musim kering ekstrem serta krisis lingkungan yang tengah melanda wilayah Kalimantan Barat dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Edaran ini diterbitkan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kekeringan panjang yang memicu kesulitan air bersih, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, mengancam kesehatan publik, serta mengguncang stabilitas ekonomi keluarga.
Dalam dokumen tersebut, pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak menekankan bahwa fenomena alam yang memprihatinkan ini merupakan cerminan bumi yang sedang menderita akibat kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Mengacu pada ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si’ dan Laudate Deum, umat diingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang menuntut tanggung jawab moral penuh untuk dirawat dan dilestarikan. Oleh karena itu, seluruh umat beriman didesak agar menaati anjuran pemerintah serta lembaga terkait dalam upaya pencegahan kebakaran, perlindungan alam, serta pengelolaan sumber daya air secara bijaksana.
Menghadapi situasi genting ini, Gereja mengajak umat untuk tidak kehilangan harapan dan mengandalkan kekuatan doa. Mgr. Samuel Oton Sidin secara khusus mewajibkan setiap imam di seluruh paroki di bawah yurisdiksi Keuskupan Agung Pontianak untuk mempersembahkan Misa Kudus pada 30 Agustus 2026 dengan intensi khusus memohon cuaca yang baik dan turunnya hujan. Seruan serupa juga diintegrasikan ke dalam Doa Umat serta dihayati oleh komunitas-komunitas biara dan kelompok doa.
Selain penguatan aspek spiritual, surat edaran tertanggal 25 Agustus 2026 ini menggarisbawahi pentingnya aksi nyata berupa solidaritas sosial di tengah masyarakat. Umat beriman diimbau untuk saling menopang dan mengulurkan bantuan, terutama kepada warga yang paling rentan dan terdampak langsung oleh kemarau panjang seperti keluarga prasejahtera, anak-anak, orang sakit, serta para lansia. Melalui tindakan belas kasih yang konkret, Gereja diharapkan mampu menjadi saksi nyata harapan dan memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Berita Terkait
KALBAR
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pelayanan di SPBU Apung Kapuas Hulu
Kapuas Hulu, 27 September 2026* – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan perkuat pelayanan dan pengawasan...
KALBAR
PWI Kalbar Dorong LPM Warta IAIN Pontianak Perkuat Pers Kampus
PONTIANAK — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat mendorong Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak...
KALBAR
Sah! Taufik Terpilih Aklamasi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026-2029
SINTANG – Taufik Hidayat, terpilih aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang masa bakti...
KALBAR
Polda Kalbar Serap Aspirasi Aliansi Driver Ojol
PONTIANAK— Kepolisian daerah Kalimantan Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama pengurus dan anggota Aliansi Driver Ojol Bersatu...