⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

​Musim Kering Ekstrem, Keuskupan Pontianak Serukan Doa Bersama

Oleh | Agustus 30, 2026 | 0 komentar | Agustus 30, 2026 (diperbarui)

​PONTIANAK — Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, mengeluarkan surat edaran resmi bernomor 297/SKR.KAP/VIII/2026 yang menanggapi situasi musim kering ekstrem serta krisis lingkungan yang tengah melanda wilayah Kalimantan Barat dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Edaran ini diterbitkan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kekeringan panjang yang memicu kesulitan air bersih, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, mengancam kesehatan publik, serta mengguncang stabilitas ekonomi keluarga.

​Dalam dokumen tersebut, pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak menekankan bahwa fenomena alam yang memprihatinkan ini merupakan cerminan bumi yang sedang menderita akibat kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Mengacu pada ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si’ dan Laudate Deum, umat diingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang menuntut tanggung jawab moral penuh untuk dirawat dan dilestarikan. Oleh karena itu, seluruh umat beriman didesak agar menaati anjuran pemerintah serta lembaga terkait dalam upaya pencegahan kebakaran, perlindungan alam, serta pengelolaan sumber daya air secara bijaksana.

​Menghadapi situasi genting ini, Gereja mengajak umat untuk tidak kehilangan harapan dan mengandalkan kekuatan doa. Mgr. Samuel Oton Sidin secara khusus mewajibkan setiap imam di seluruh paroki di bawah yurisdiksi Keuskupan Agung Pontianak untuk mempersembahkan Misa Kudus pada 30 Agustus 2026 dengan intensi khusus memohon cuaca yang baik dan turunnya hujan. Seruan serupa juga diintegrasikan ke dalam Doa Umat serta dihayati oleh komunitas-komunitas biara dan kelompok doa.

​Selain penguatan aspek spiritual, surat edaran tertanggal 25 Agustus 2026 ini menggarisbawahi pentingnya aksi nyata berupa solidaritas sosial di tengah masyarakat. Umat beriman diimbau untuk saling menopang dan mengulurkan bantuan, terutama kepada warga yang paling rentan dan terdampak langsung oleh kemarau panjang seperti keluarga prasejahtera, anak-anak, orang sakit, serta para lansia. Melalui tindakan belas kasih yang konkret, Gereja diharapkan mampu menjadi saksi nyata harapan dan memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *