⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
KALBAR

Lansia di Landak Hilang Saat Pasang Pukat di Sungai

Oleh | Mei 31, 2026 | 0 komentar | Mei 31, 2026 (diperbarui)

LANDAK – Seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Aju (70), warga Dusun Nahaya, Desa Amboyo Selatan, Kabupaten Landak, dilaporkan hilang saat memasang pukat di aliran Sungai Landak pada Kamis (28/5/2026) sore.

Hingga Jumat (29/5/2026) pagi, korban belum ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga, keluarga, serta tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Landak dan Basarnas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Suseno Caroko Hadi, membenarkan adanya laporan warga yang hilang di kawasan Sungai Landak tersebut.

“Benar, kami menerima laporan terkait warga hilang dan tim sudah turun ke lokasi,” ujar Suseno saat dikonfirmasi, Jumat.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Kami juga sudah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini kepada tim Basarnas,” katanya.
Dalam operasi pencarian, BPBD menurunkan enam personel lengkap dengan satu unit perahu karet untuk menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Landak yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

“Tim yang kami turunkan sebanyak enam personel dengan perlengkapan satu unit perahu karet,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 18.00 WIB menggunakan perahu untuk memasang pukat di sungai. Namun hingga pukul 19.00 WIB, korban tak kunjung pulang sehingga keluarga mulai khawatir.

Keluarga kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban saat mencari ikan. Warga bersama keluarga menyisir tepian sungai meski dalam kondisi minim penerangan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, pencarian diperluas ke sepanjang aliran sungai dengan melibatkan lebih banyak warga. Namun hingga Jumat pagi, keberadaan korban masih belum diketahui dan pencarian terus dilanjutkan oleh tim gabungan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *