⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
KALBAR

Komnas HAM Ajak Pemuda Kalbar Melek HAM di Kemah Generasi 2026

Oleh | Mei 9, 2026 | 0 komentar | Mei 9, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) mempertegas komitmennya dalam mengakar nilai-nilai kemanusiaan di kalangan anak muda. Melalui agenda strategis “Kemah Generasi HAM 2026”, Komnas HAM mengumpulkan ratusan aktivis muda dan mahasiswa di Aston Pontianak Hotel & Convention Center pada 7–9 Mei 2026.

Mengusung tema besar “Be Young Be Human Being”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi inklusif yang menjembatani dialog antara otoritas negara dengan generasi Z. Peserta berasal dari berbagai entitas, mulai dari Universitas Tanjungpura, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Panca Bhakti, hingga organisasi disabilitas dan lembaga bantuan hukum di Kalimantan Barat.

Kepala Biro Dukungan Pemajuan Komnas HAM RI, Endang Sri Melani, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun-tahun sebelumnya yang terus mendapat antusiasme tinggi.

“Minat terhadap Kemah Generasi terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini menjadi program pertama yang dilaksanakan secara hybrid dan peserta terlihat sangat aktif. Kami berharap nilai-nilai HAM dapat terus dihidupkan oleh para peserta di lingkungan masing-masing,” ujar Endang Sri Melani.

Program yang diinisiasi oleh Bidang Pendidikan dan Penyuluhan ini menyoroti berbagai isu krusial yang relevan dengan dinamika di Kalimantan Barat, seperti hak masyarakat adat Dayak atas tanah, kebebasan akademik mahasiswa, hingga implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI, Abdul Haris Semendawai, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi teoritis, melainkan laboratorium pembentukan karakter kritis bagi calon pemimpin bangsa agar mampu memahami persoalan HAM secara substantif.

“Komnas HAM ingin generasi muda bebas mengemukakan pendapat dan berekspresi terhadap persoalan mendasar di masyarakat. Anak muda hari ini adalah calon pemimpin, sehingga penting bagi mereka memiliki kesadaran HAM yang kuat dan progresif,” tegas Abdul Haris Semendawai.

Dengan pelaksanaan Kemah Generasi 2026 ini, Komnas HAM RI optimis akan lahir agen perubahan yang mampu menjunjung tinggi kesetaraan dan keberagaman, guna memperkuat fondasi demokrasi dan kemanusiaan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *