⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
KALBAR

IKAL Lemhannas Kalbar Gelar Seminar Kebangsaan

Oleh | Juni 5, 2026 | 0 komentar | Juni 5, 2026 (diperbarui)

PONTIANAK – DPD IKAL Lemhannas Kalimantan Barat menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Nilai Kebangkitan Nasional sebagai Cahaya di Tengah Pusaran Multikritis Identitas Kebangsaan” di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 350 peserta tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Komandan Kodiklatal XIII/Pontianak Laksamana Muda TNI Sawa, Ketua Umum IKAL Lemhannas RI, Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Garuda Wiko, serta berbagai unsur TNI, Polri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketua DPD IKAL Lemhannas Kalbar dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang berpotensi memengaruhi persatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum IKAL Lemhannas RI mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat bagi penguatan karakter kebangsaan masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa Kalimantan Barat merupakan miniatur Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan secara harmonis. Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat identitas nasional.

“Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati yang tumbuh di Kalimantan Barat harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang berintegritas, inovatif, dan memiliki komitmen kuat menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Dalam sesi keynote speech, Ketua Umum IKAL Lemhannas RI menekankan empat pilar utama wawasan kebangsaan, yaitu Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga mengingatkan pentingnya implementasi nilai bela negara melalui kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Pada sesi panel, Laksamana Muda TNI Sawa memaparkan perspektif kemaritiman dalam membangun identitas dan kekuatan bangsa. Menurutnya, kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai upaya mengembalikan orientasi masyarakat terhadap laut sebagai ruang pemersatu sekaligus kekuatan strategis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Sementara itu, Dewan Penasehat IKAL Kalbar Andy Yentriyani menjelaskan bahwa identitas bangsa Indonesia terbentuk dari identitas fundamental, instrumental, dan alamiah. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi yang membedakan Indonesia dari bangsa lain sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Seminar yang berakhir pada pukul 12.30 WIB tersebut berlangsung aman dan tertib. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat identitas nasional, serta menghadapi berbagai tantangan sosial di era globalisasi dan digitalisasi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *