⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

DAD Mempawah Gelar Ritual Bapinta Ujatn

Oleh | September 7, 2026 | 0 komentar | September 7, 2026 (diperbarui)

Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah bersama unsur Forkopimda dan Satgas Karhutla Mabes TNI melaksanakan ritual adat Bapinta Ujatn di Panyugu Nek Aban, Desa Kecurit, Kecamatan Toho.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar sebagai bentuk ikhtiar kultural dan penghormatan kepada alam untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel, Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI Kolonel Laut P. Jarot Wibisono, Ketua DAD Kabupaten Mempawah Adrianus, serta para camat, timanggong, dan tokoh masyarakat setempat.

Sebelum ritual dimulai, Ketua DAD Mempawah menyampaikan sejumlah tata tertib adat yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta demi menjaga kesakralan lokasi panyugu.

Dalam kesempatan yang sama, DAD Kabupaten Mempawah bersama para timanggong dan pasirah turut menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait penanggulangan bencana karhutla di Kalimantan Barat. Mereka mendesak pemerintah agar menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, menghentikan penerbitan izin baru bagi konsesi industri ekstraktif, serta segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Masyarakat Adat demi memperkuat perlindungan terhadap ruang hidup dan kelestarian lingkungan.

Kolonel Laut P. Jarot Wibisono menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi pelestarian tradisi ini dan akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat adat secara berjenjang kepada pimpinan tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah menilai kegiatan ini penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap menghormati akar budaya serta memperkuat sinergi dalam menjaga keharmonisan alam dan lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan ritual adat ini berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *