Antisipasi El Nino, Perusahaan Melawi Komit Cegah Karhutla
MELAWI– Sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena alam El Nino.
Langkah kolaboratif ini diambil guna mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diprediksi meningkat akibat dampak kekeringan ekstrem.
Komitmen bersama tersebut disepakati dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kopi Koe, Kabupaten Melawi, pada hari Sabtu (25/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta jajaran manajemen perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut, antara lain PT Sinar Dinamika Kapuas, PT Citra Mahkota (CSM), dan PT Palma Adinusa Lestari.
Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh korporasi di Kabupaten Melawi terkait langkah-langkah preventif menghadapi El Nino.
KLHK juga mengapresiasi korporasi yang telah proaktif menggelar sosialisasi bersama Kepolisian Resor (Polres) Melawi guna menyamakan persepsi dan merumuskan langkah mitigasi di lapangan.
“Kami mengapresiasi komitmen perusahaan yang telah menyiapkan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Namun, kami meminta agar peralatan penanggulangan yang masih dalam proses pengadaan dapat segera dipenuhi, sehingga Kabupaten Melawi benar-benar siap menghadapi segala risiko,” ujar perwakilan KLHK dalam pertemuan tersebut.
Teknologi Sensor dan Drone Diterjunkan
Merespons arahan tersebut, pihak korporasi memaparkan kesiapan infrastruktur penanganan api mereka. Manajemen PT Citra Mahkota (CSM) mengungkapkan bahwa perusahaan telah membentuk struktur komando penanggulangan karhutla yang terdiri dari beberapa regu siap pakai, dengan komposisi 15 personel per regu. Mengingat luasnya wilayah geografis Melawi, PT CSM mengandalkan integrasi teknologi modern untuk mendeteksi titik api sejak dini.
PT CSM kini memanfaatkan teknologi Thermal Early Warning System (TEWS) dan Wireless Sensor Network (WSN) yang mampu mendeteksi titik panas (hotspot) dengan daya jangkau antarsensor hingga radius 20 meter. Selain sensor nirkabel, pemantauan udara diperkuat dengan operasional pesawat tanpa awak (drone). Korporasi juga mengonfirmasi penguatan logistik berupa pemesanan 20 unit pompa air bertekanan tinggi, tangki portabel, serta perlengkapan pemadam yang saat ini dalam proses distribusi.
Kesiapan serupa ditunjukkan oleh PT Palma Adinusa Lestari. Berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan jalur sungai, PT Palma memaksimalkan mitigasi dengan pengadaan unit mesin pompa air jenis Robin secara masif untuk mempercepat penyedotan sumber air alami.
Selain menyiagakan Tim Patroli Tanggap Bencana dan armada drone pemantau, PT Palma berkomitmen secara rutin akan mengirimkan karyawannya dalam pelatihan standardisasi penanganan karhutla.
Pertemuan koordinasi yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini diakhiri dengan evaluasi situasi yang aman dan terkendali. Sinergi antara pemerintah dan swasta ini menjadi sangat krusial, mengingat ketidaksiapan dalam menghadapi ancaman El Nino dapat memicu skala karhutla yang berisiko menelan kerugian ekonomi yang besar serta jatuhnya korban jiwa.
Berita Terkait
KALBAR
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara
LANDAK – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Landak menggelar serangkaian kegiatan...
KALBAR
Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000
PONTIANAK – Sekitar 25 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)...
KALBAR
Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai
PUTUSSIBAU – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar...
KALBAR
Polres Sambas Identifikasi Mayat di Sungai Seburing
Sambas – Kepolisian Resor Sambas melalui Unit Inafis Satreskrim Polres Sambas bersama Polsek Semparuk berhasil mengidentifikasi...